Analis Barat: Menekuk Radikal Islam Itu Seperti Membasmi Penyakit Menular

150630-terror

Analis Barat: Menekuk Radikal Islam Itu Seperti Membasmi Penyakit Menular

AS dan sekutunya telah menghadapi perang berkepanjangan melawan Pergerakan Jihadi Global yang mendapat inspirasinya dari Islam dan ingin menerapkan pandangannya terhadap Islam kepada dunia. Dalam proses ini, strategi, taktik, teknik dan prosedur telah berkembang.

Organisasi ekstrimis muslim telah berkembang untuk bertahan hidup dengan menjadi jauh lebih resisten terhadap penghapusan yang dilakukan oleh AS dan sekutunya. Dalam ungkapan yang lebih efektif, ideologi ekstrim Islam telah menjadi penyakit menular luar biasa yang tahan terhadap metode konter ideologi saat ini.

Jadi, kita harus memperlakukan ideologi ekstrim Islam sama dengan penyakit menular MRSA.

Langkah kunci dalam perencanaan adalah mendefinisikan masalah dengan mengembangkan kalimat permasalahan. Kalimat permasalahan yang diajukan adalah: Pemerintah dunia memiliki kemampuan yang kurang untuk menghentikan atau membalikkan perkembangan Pergerakan Jihadi Global (GJM). Metodologi saat ini adalah dengan memaksakan evolusi yang pesat dalam tubuh Muslim Extremist Organisation (MEO) yang merupakan bagian dari GJM dan membantu persebarannya ke seluruh dunia.

Solusi yang ditawarkan adalah dengan memperlakukan ideologi ekstrimis Islam dengan cara yang sama kita memperlakukan penyakit MRSA.

Dalam beberapa dekade terakhir, ideologi ekstremis Islam telah menyebar dan tumbuh menjadi lebih mampu untuk merusak negara yang dijangkitinya.

Dalam proses melawan wabah, kita telah membuat kesalahan yang berulang-ulang yang telah diperingatkan oleh para dokter di mana mereka memerintahkan untuk menghabiskan seluruh antibiotik-nya, dan kalian tidak menghabiskan seluruh resepnya.

Bahkan dengan peringatan ini, ketika tanda-tanda penyakit telah berkurang atau menghilang, orang-orang menghentikan perawatan sebelum obatnya habis. Hasilnya, infeksi yang terjadi – dalam kasus ini adalah ideologi kekerasan — berkembang setelah kehilangan anggota terlemahnya.

Anggota-anggota yang bertahan membentuk imunitas terhadap perawatan.

Sekarang, infeksi tersebut berada dalam fase tumbuh kembali yang laten, dapat menata ulang, memperkuat dan berkembang menjadi lebih kuat. Contoh yang paling baru adalah kebangkitan ISIS, yang bangkit dengan sangat kuat ia langsung melompat ke dalam fase perang pergerakan.

Muslim Extremist Organisation (MEO) belum dihancurkan secara total

Jika kita melihat ideologi ekstrim Islam sebagai sebuah infeksi luar biasa, kita melihat bahwa MEO tidak pernah dihancurkan secara total. Kita hanya menghentikan infeksi sementara.

Kita telah menjadi terlalu suka untuk melakukan kegiatan militer hanya untuk mengganggu di mana komandan tidak ada yang berani untuk mengatakan “Hancurkan!” “Kalahkan!” atau “Netralkan!” Dengan terus-menerus mengganggu dan menyerang setiap target sesegera mungkin, kita membantu pesatnya evolusi kemampuan MEO dan meningkatkan kemampuannya untuk bangkit kembali.

Efek samping dari semua penggangguan tanpa penghancuran ini adalah persebaran ideologi ekstrim Islam. diaspora yang telah terkontaminasi menyebar ke area lain yang sebelumnya tidak terjangkit sebagai pengungsi dan orang-orang yang diusir. Dengan kata lain, kitalah yang menyebabkan ancaman tersebar.

Memperlakukan kekerasan sebagai proses penyakit bukanlah ide baru