Dibungkam Prancis, Al-Qaeda Mali Malah Makin Menjadi

Dibungkam Prancis, Al-Qaeda Mali Malah Makin Menjadi

 

Empat tahun lalu, pasukan Prancis turut campur tangan di Mali, dan berhasil mencegah desakan, dari militan yang didukung al Qaeda, menuju ibukota Bamako. Operasi Prancis bertujuan mengurangi ancaman yang dihadapi negara-negara Afrika Barat dari kelompok-kelompok jihad. Situasi di Mali saat ini masih lemah, bahkan 18 bulan terakhir menunjukkan  penurunan bertahap dari kegemilangan awal yang diperoleh Perancis.

Untuk memastikan ancaman baru yang signifikan tidak terjadi lagi di Mali, Prancis harus mempertahankan kekuatan  dan dukungan dari negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Intervensi Perancis di Mali pada 2013 lalu bertujuan menghindarkan Mali dari apa yang disebut oleh ahli keamanan Perancis sebagai “Malistan” – tempat persembunyian  yang besar dan aman milik Al Qaeda di bagian utara negara itu yang semakin tumbuh, seperti Afghanistan pada saat serangan 9/11 .

Selama beberapa bulan pertama di tahun 2013, Pasukan Khusus Prancis, yang beroperasi di atas koordinasi denganl tentara dan angkatan udara Perancis dan dengan dukungan dari Angkatan Laut Perancis, menghancurkan safe haven al Qaeda dan memulihkan integritas teritorial Mali.

Selanjutnya, operasi stabilisasi dibentuk oleh PBB dan pasukan Prancis membentuk ulang misinya untuk fokus pada kontraterorisme di berbagai negara termasuk Burkina Faso, Chad, Mauritania, dan Niger.

Sementara itu Uni Eropa membangun tempat pelatihan operasi militer di Bamako untuk membantu militer Mali menyusun kekuatannya kembali, sehingga mereka mampu merebut kembali kontrol yang efektif dari Utara.

Namun, upaya pelatihan tentara Mali dan mencegah kebangkitan al Qaeda dan kelompok teroris lainnya di Mali telah menjadi tugas yang berat dan sering membuat frustrasi.

 

Baca halaman selanjutnya: Mengapa  kelompok jihad masih bisa terus beroperasi di Mali?

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *