Hai`ah Tahrirusy Syam, Wadah Baru Penggerak Jihad Suriah

C3RKOAEW8AE1VkV

Lima kelompok pejuang Suriah telah mendeklarasikan terbentuknya sebuah “entitas baru” untuk melawan rezim Bashar Asad. Lima organisasi yang bergabung tersebut adalah: Jabhat Fath Syam (sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nushrah), Harakat Nuruddin Zanki, Liwaul Haqq, Ansaruddin dan Jaisyus Sunnah.

Dalam rilisnya secara online, pernyataan yang dibuat besama-sama itu mengatakan bahwa mereka bergabung untuk membentuk ‘Haiat Tahrirusy Syam’ (Majelis Pembebasan Syam). Entitas baru ini dipimpin oleh seorang jihadi yang dikenal sebagai Abu Jabir (juga dikenal sebagai Hasyim Syeikh), mantan pimpinan Ahrarusy Syam, yang terus beroperasi di bawah nama sendiri di Suriah.

Hasyim Syeikh

Abu Jabir aka HAsyim Syeikh, pemimpin Haiat Tahrirusy Syam

Berbagai kelompok berusaha untuk bersatu di bawah pimpinan Abu Jabir di Aleppo awal tahun lalu. Tapi tampaknya upaya itu belum berhasil. Namun, inisiatif persatuan di Aleppo menunjukkan bahwa jihadis telah mendorong Abu Jabir untuk dipersiapkan sebagai tokoh tekemuka pada beberapa masa mendatang. Beberapa laporan telah mengidentifikasi Abu Jabir sebagai mantan anggota Al Qaidah di Irak.

Dengan cepat Abu Jabir mengumumkan di Twitter bahwa ia telah mengundurkan diri dari Ahrarusy Syam. Dia juga mengatakan bahwa entitas yang baru dibentuk itu akan masuk ke dalam gencatan senjata dengan kelompok lain di Suriah Utara. Ini mengingat bahwa Jabhat Fathu Syam, yang merupakan salah satu bagian darinya, pernah bertikai dengan beberapa kelompok perlawanan lain dalam pekan-pekan terakhir.

Haiah Tahrirusy Syam

Logo Haiah Tahrirusy Syam

Lima kelompok perlawanan itu mengatakan bahwa mereka memutuskan untuk melakukan merger total disebabkan Revolusi Suriah hari ini yang sedang menghadapi berbagai konspirasi yang menyerangnya dan konflik internal yang mengancam kehadirannya. “Selain itu, lima kelompok yang mengatakan pernyataan bersama itu menyebut alasan lain yaitu dikarenakan keseriusan kami untuk menyatukan kata dan merapatkan barisan.”

“Dan kami menyeru pada seluruh faksi yang berada di lapangan untuk mensukseskan perjanjian ini dan bergabung dengan entitas baru ini dalam rangka menyatukan kata dan untuk menjaga buah jihad dan revolusi ini. Sehingga proyek ini bisa menjadi benih yang mampu mempersatukan kapasitas dan kekuatan revolusi ini, menjaga arah perjalanannya, merealisasikan tujuan-tujuannya yang didambakan yaitu untuk melengserkan rezim penjahat (Asad) dan agar penduduk Syam bisa hidup dengan mulia dan terhormat di bawah naungan syariat Ar Rahman,” lanjut mereka dalam rilisnya.

Jabhah Fathu Syam adalah kelompok yang awalnya dikenal sebagai Jabhah Nushrah. Pemimpinnya, Abu Muhammad al Julani, mengumumkan bahwa ia mengubah namanya menjadi Jabhat Fathu Syam (JFS) pada bulan Juli 2016. Pesan Julani ini dimaksudkan, di antaranya untuk menyembunyikan peran Al-Qaeda di Suriah.

Pemimpin senior Al Qaidah tahu bahwa brand mereka mempunyai daya tarik tambahan. Suatu perhatian yang tidak diinginkan dari pasukan kontraterorisme Barat, dan itu juga dapat membatasi penerimaan jumlah dukungan kelompok perlawanan buat mereka.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan di Al Jazeera pada tahun 2015, Abu Jabir sendiri mengkomplain tentang terangnya peran al Qaidah pada Jabhah  Nusrah. Oleh karena itu, sebagai bagian dari strategi perang gerilya, Al Qaidah mencoba untuk menyembunyikan afiliasi organisasi, serta guna mengukur sejauh mana pengaruhnya. Memang, Al Qaidah telah mempekerjakan beberapa nama di Suriah. Dan tokoh-tokoh senior Al Qaidah telah tertanam dalam kelompok-kelompok lain, seperti Ahrarusy Syam dan juga Jundul Aqsa.

Belum jelas apa posisi yang akan diberikan pada Julani  di Haiah Tahrirusy Syam. Awal tahun ini, para pejabat AS mengatakan kepada FDD’S Long War Journal bahwa Julani dapat ditunjuk sebagai komandan militer dari sebuah entitas baru. Dia juga bisa diprediksikan menduduki beberapa pos lainnya.

 

baca halaman selanjutnya: Mitra Lama Al Qaidah di Suriah

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *