Dalam Tinjauan Hukum AS, Apakah Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris?

Sebagaimana deklarasi perang suci yang disampaikan di saat pidato inagurasinya, bagi Donald Trump, musuh utamanya adalah Islam radikal, yaitu semua umat Islam yang meyakini bahwa supremasi hukum Islam berada di atas konstitusi yang lain. Untuk itu, atas rekomendasi dari lingkaran terdalamnya, ia berencana memasukkan Ikhwanul Muslimin dalam daftar organisasi teroris. Masalahnya, dalam kacamata hukum Amerika sendiri, legalkan kebijakan tersebut?

Kelompok sayap kanan Amerika telah lama ingin memasukkan Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai organisasi teroris asing. Dan sekarang, saat Donald Trump telah menjadi presiden, pembicaraan mengenai penunjukan IM kembali memanas.

Senator Ted Cruz awal tahun ini mengajukan sebuah draft hukum yang mengharuskan Menteri Luar Negeri untuk melaporkan pada kongres perihal “apakah IM memenuhi kriteria untuk dianggap sebagai organisasi teroris asing”, dan jika tidak, harus mengikutsertakan, “justifikasi detail mengenai kriteria apa yang tidak terpenuhi.”

Baru-baru ini, New York Times melaporkan bahwa Presiden Trump sedang mempertimbangkan sebuah order eksekutif yang akan “memerintahkan menteri luar negeri untuk menentukan apakah AS akan menganggap IM sebagai organisasi teroris asing. Penunjukan tersebut telah ditunggu-tunggu oleh Mesir dan UAE.

Ide Trump ini banyak dicela. Yaroslav Trofimov menulis kekhawatirannya di  Wall Street Journal, bahwa memasukkan IM ke daftar hitam memiliki beberapa lubang jebakan, yang terkait dengan fakta bahwa kelompok tersebut masih memiliki jutaan pendukung. Membuat IM sebagai pelanggar hukum akan membuat hubungan AS dengan sekutu penting di beberapa area menjadi runyam. Terutama Turki, tulisnya.

Nathan Brown dan Michele Dunne juga memperingatkan bahwa pelabelan tersebut dapat menghasilkan kerusakan, yang akan mempengaruhi tujuan kebijakan politik AS lainnya. Kerusakan terbesar kemungkinan terjadi dalam area diplomasi publik, karena menggunakan kuas lebar untuk mengecat seluruh organisasi Ikhwanul Muslimin sebagai teroris akan dipahami oleh banyak Muslim di seluruh dunia sebagai deklarasi perang terhadap kelompok Islam non kekerasan,dan tentunya terhadap Islam itu sendiri.

Tapi, setidaknya ada satu alasan lain mengapa Trump harus berlepas tangan dari usaha pelabelan IM, yaitu bahwa secara hukum pelabelan tersebut ilegal.

IM secara keseluruhan, dalam beberapa aspek yang berbeda, tidak memenuhi kriteria untuk pelabelan tersebut. Karena itulah, meski pemerintahan seperti Mesir dan UAE sudah lama memberikan tekanan, pemerintah sebelum Trump tidak pernah mengabulkan permintaan mereka. Mengecualikan perubahan aturan yang sudah pasti akan membuat hukum material support tidak sesuai dengan konstitusi, adalah tidak sesuai dengan hukum. Mari kita mulai dengan kriteria untuk pelabelan di bawah 8 U.S.C § 1189(a), sebagai berikut:

 (1) Secara umum, menteri luar negeri memiliki wewenang untuk memberi label sebuah organisasi sebagai organisasi teroris asing sesuai dengan ayat ini jika menteri luar negeri menemukan bahwa:

(A) Organisasi tersebut adalah organisasi asing;

(B) organisasi tersebut melakukan kegiatan teror (sebagaimana didefinisikan pada seksi 1182(a)(3)(B) atau terorisme (sebagaimana didefinisikan di seksi 2656f(d)(2) dari judul 22), atau memiliki kapabilitas dan intensi untuk melakukan aktivitas teroris atau terorisme); dan

(C) Aktifitas teroris atau terorisme dari organisasi tersebut mengancam keamanan warga negara AS atau keamanan nasional Amerika Serikat.

Menteri luar negeri diharuskan mempublikasikan penunjukan itu di Federal Register, meski konsiderasi terhadap material rahasia diperbolehkan dan tidak perlu diungkapkan. Lebih lanjut lagi, organisasi yang dimasukkan berhak mengajukan peninjauan ulang (judicial review) atas pelabelan mereka tersebut di DC Circuit Court of Appeals, dan penunjukan tersebut dapat dibatalkan jika terbukti tidak memiliki dasar aturan yang kuat atau berubah-ubah atau jika catatan pemerintah tidak mendukungnya.

 

Baca halaman sleanjutnya: Jika dilabeli, bagaimana dengan afiliasi IM?

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *