Review Buku; Al-Qaeda Sang Pengubah Wajah Amerika

Mengapa Al-Qaeda menjadikan Amerika sebagai musuh utama?

Pertanyaan di atas banyak menggelayuti banyak orang; terkhusus warga negara Amerika. Bagi Amerika, hal itu disebabkan kebencian Al-Qaidah terhadap nilai-nilai yang dijunjung tinggi Amerika. Lalu bagaimana versi Al-Qaidah. Tulisan Hussam Umawi, salah seorang penulis aktif yang membela Al-Qaidah, dalam Al-Qaidah allati Ghayyarat Taarikh Amrika (Al-Qaidah: Sang Pengubah Sejarah Amerika) mencoba memberi jawaban tersebut menurut versi Al-Qaidah.

Hussam memulainya dengan menukil ungkapan terkenal di bidang kedokteran bahwa efektifitas suatu obat tergantung ketepatan analisa terhadap sumber penyakitnya. Menurut Hussam, dalam pandangan Al-Qaidah, umat  Islam sekarang ini tengah ‘sakit’ namun tidak menyebakankannya mati, sehingga satu realita ini saja sudah cukup untuk memberikan suatu dorongan spiritual untuk melakukan operasi pengobatan terhadapnya.

Saat suatu virus menyebar, di sana ada orang-orang yang berusaha menangani virus tersebut dengan berbagai terapi dan pengobatan. Namun di sana juga ada orang-orang berpikir untuk memberantas virus tersebut dengan menghancurkan prabrik pemproduksinya.  Cara pertama akan banyak menguras tenaga dalam proses terapi dan pengobatan serta dalam program-program pencegahan. Sementara cara yang kedua bisa mempersingkat waktu dengan menghancurkan pabrik virus itu sendiri. Cara kedua inilah yang ditempuh oleh Al-Qaidah.

Dari sana timbul pertanyaan, mengapa Al-Qaidah memilih Amerika sebagai sasaran utama?

Hussam menilai bahwa banyak yang sadar bahwa Yahudi membahayakan dan mengancam Islam. Namun sedikit dari mereka yang mengetahui bahwa  tatanan internasional justru bekerja untuk melindungi entitas yang merampas Al-Quds (Palestina). Dan tatanan internasional tersebut dikendalikan oleh Amerika. Jika tidak ada Amerika niscaya Israil tidak pernah merasa aman. Lewat hegemoninya, Amerika memperkerjakan wakil-wakilnya  yang berada di sepanjang perbatasan Israil dengan tujuan utama untuk menjaga entitas Yahudi dan negara yang mereka klaim (Israil).

Oleh itu, setiap terjadi  kontes pemilihan presiden Amerika maka akan kita dapati bahwa presiden terpilih akan segera menenangkan Yahudi atas masa depan mereka dan menegaskan loyalitas total kepada para lobi Yahudi yang bekerja dari balik layar. Buktinya, tatkala mendeklarasikan kemenangannya sebagai Presiden Amerika terpilih, Trump menegaskan secara langsung bahwa ia akan menjadikan kota Al-Quds sebagai ibukota Israil.

Hussam memandang bahwa posisi strategis Amerika jika dilihat dari posisinya  di dunia ini dan kekuasaannya atas setiap simpul-simpul  penguasa yang ada, maka Amerika ibarat kepala sementara sisanya adalah tubuhnya.

Setelah runtuhnya Uni Soviet, dunia hanya ditarik pada kutub pemenang yang direpresentasikan Amerika. Sehingga setiap organisasi, legilitimasi, dan  aturan-aturan yang  dibuat oleh negera-negara pemenang Perang Dunia II (PD II) akan mengikuti ambisi-ambisi  pemimpin dunia yang baru.

Amerika telah menjadi urat nadi dunia saat ini. Amerika lah yang mengarahkan kendalinya. Perekonomian  Amerika termasuk perekonomian terbesar di dunia,  dan penghasil produk dalam negeri tertinggi di dunia yang mencapai 18 triliyun dolar pada akhir 2015, yang berarti seperlima dari produk global dunia. Amerika juga menguasai kekayaan –kekayaan umat Islam dan memanen  hasil-hasil buminya dengan berbagai macam alasan. Amerika mampu mengkoloniasilasi dan membagi negeri-negeri Islam sejak runtuhnya Khilafah Utsmani. Namun kolonialisasi itu dilakukan secara tidak langsung melalui wakil-wakilnya dari umat Islam. Amerika sadar bahwa kolonialisasi secara langsung mampu membangkitkan ghirah revolusi melawan mereka di hati umat Islam.

 

Baca halaman selanjutnya: Globalisasi Amerika

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *