Abu Jabir: HTS Akan Tingkatkan Serangan ke Jantung Rezim



Pemimpin Hai`at Tahrir Syam (HTS), Abu Jabir, merilis pesan video yang berdurasi lebih dari tujuh menit untuk memperingati enam tahun perjalanan revolusi Suriah. Pesan yang dipublikasikan secara online tersebut dirilis pada 17 Maret lalu, dan kemudian disebarluaskan via channel media sosial pada hari berikutnya.

Dalam pesan terbarunya tersebut, mantan pemimpin Ahrar Syam itu kembali menegaskan bahwa  HTS merupakan entitas yang akan tetap konsisten membela rakyah Suriah dalam menghadapi rezim Si Pembunuh, Basyar Assad. Untuk itu, ia berjanji bahwa ke depan HTS akan menaikkan eskalasi operasi serangan terhadap rezim. “… Kami akan meningkatkan eskalasi operasi-operasi (serangan) kami pada hari-hari mendatang. Tentara-tentara kami akan sampai di jantung pertahanan mereka. Operasi Homs dan Damaskus beberapa waktu lalu adalah (di antara) contohnya” ujarnya.

Abu Jabir juga kembali menyeru faksi-faksi pejuang lainnya untuk bergabung dengan HTS, karena HTS memiliki rencana ke depan yang kemungkinan besar menuai keberhasilan.

“Kami, HTS, menyeru (faksi-faksi) yang belum ikut bersatu dan bergabung untuk segera menunaikan kewajiban agama kalian dan tuntunan rakyat kalian (untuk bersatu). Ketahuilah, musuh revolusi kita tidak menginginkan kita melakukan hal itu. Mereka berusaha siang dan malam supaya (kita) tetap dalam kondisi terpecah-belah melalui politik adu domba dan tuduhan nista ….” seru Abu Jabir.

Baca juga: Pidato perdana, HTS serukan persatuan mujahidin Suriah

Ia juga menjelaskan, “HTS sejak berdirinya telah bekerja menata barisan internalnya dan memberdayakan para kader faksi-faksi yang bergabung dengannya  melalui mekanisme melibatkan aktif mereka (dalam berbagai job pekerjaan); bukan memandulkan kemampuan mereka. HTS sudah menyempurnakan struktur organisasinya, sehingga ia kini telah siap—dengan izin Allah—untuk memasuki kancah perang pembebasan dan mengembalikan spirit revolusi dan jihad.”

Pada momen itu juga, Abu Jabir mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam terhadap para tentara di balik layar “terutama para bapak dan ibu syuhada, para pekerja berhelm putih (relawan pertahanan sipil yang bekerja menyelamatkan korban dari runtuhan bangunan akibat serangan roket rezim dan aliansi-aliansinya), organisasi-organisasi bantuan dan kemanusian, dan setiap mereka yang mengulurkan tangannya” untuk rakyat Suriah.

Kepada rakyat Suriah yang meninggalkan negeri mereka disebabkan berbagai hal, seperti sedikitnya bantuan yang diperoleh, atau perselisihan internal, atau putus asa terhadap kemenangan revolusi, Abu Jabir mengajak mereka kembali ke negeri mereka untuk membelanya. Mengajak mereka kembali bekerja sama dan membuka lembaran baru dalan perjalanan revolusi dan jihad.

Baca juga: Mengenal Abu Jabir, pemimpin utama HTS

Sementara kepada berbagai perusahaan-perusahaan media dan para jurnalis independen, Abu Jabir mempersilakan mereka untuk mengunjungi wilayah-wilayah yang telah dibebaskan untuk mengetahui realita yang terjadi di lapangan. Untuk mendengar langsung dari mereka; bukan sekedar mendengar berita tentang mereka, mempublikasikan kondisinya tanpa pemelintiran dan pemalsuan, serta mendokumentasikan kejahatan harian yang dilakukan rezim dan aliansi-aliansinya terhadap rakyat Suriah.

Tidak lupa Abu Jabir menyeru kepada para pemuka, tokoh, elit dan akademisi Sunni untuk mendukung revolusi dan jihad Suriah yang sedang menghadapi ekspansi kekuatan Persia (Iran). Selain juga mengajak mereka untuk membangun dan menguatkan peradabannya.

Dalam analisa Long War Journal, Abu Jabir menggunakan bahasa yang sangat mirip dengan pesan video sebelumnya dalam pesan baru tersebut, dan ia bahkan mengulangi beberapa frase kunci yang sama. Menurutnya, Al Qaidah akan terus memerankan dirinya sebagai garda depan revolusi Suriah di bulan-bulan mendatang. Salah satu posisi telah direncanakannya selama ini.

 

Sumber:

http://jihadology.net

http://www.longwarjournal.org