Al-Qaeda Afrika Makin Menguat, Ash-Shabab Tingkatkan Serangan

Ash-Shabaab, Al Qaeda cabang Afrika Timur, mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil yang menarget kepala pertahanan Somalia yang baru saja diangkat, lansir longwarjournal pada Senin (10/4). Ledakan itu terjadi di dekat Kementerian Petahanan Somalia di Mogadishu. Sang Menteri  Pertahanan, Jenderal Mohamed Ahmed Jimale, berhasil selamat, namun setidaknya 15 tentara tewas dalam serangan itu.

Ash-Shabaab telah meningkatkan frekuensi serangan sejak pemilu awal tahun ini di Mogadishu. Sejak presiden baru Somalia, Mohamed Abdullahi Mohamed, disumpah, Shabaab berjanji akan meningkatkan serangan di ibukota.

Menurut al Jazeera, serangan yang menarget kepala pertahanan kali ini terjadi saat dirinya bersama dengan pejabat Somalia lainnya bepergian di dekat markas kementerian pertahanan. Saat itulah bom Ash-Shabaab meledak. Jimale selamat, namun beberapa tentara lainnya tewas.

Abdul Aziz Abu Musab, juru bicara Al-Shabaab, mengatakan bahwa Jimale hampir tidak selamat oleh serangan. Bom mobil itu terjadi hanya beberapa hari setelah presiden baru Somalia menyatakan perang terhadap kelompok jihad.

Mogadishu kerap menjadi sasaran serang oleh kelompok Al-Shabab. Afiliasi Al-Qaeda wilayah Afrika Timur itu masih aktif menyerang meski beberapa kali militer Somalia berusaha menekan meeka.

Bulan Februari tercatat ada dua serangan yang mengguncang Mogadishu. Sedangkan pada Maret 3 serangan juga dilancarkan oleh Ash-Shabab. Salah satu serangan adalah pada tanggal 21 Maret yang menewaskan sedikitnya 10 orang dalam serangan di istana presiden di Mogadishu. Kelompok jihad mengatakan pada nya saluran Syahadat News Agency Telegram bahwa bom tersebut menargetkan pertemuan petugas, pejabat, dan milisi pemerintah di sebuah pos pemeriksaan dekat istana.

Afiliasi Al-Qaeda di Afrika masih aktif dan terus berbenah. Termasuk baru-baru ini, berdirinya Jamaah Nushrah Al-Islam wa Al-Muslimin (Jamaah Penolong Islam dan Muslimin), yang merupakan hasil merger dari kelompok-kelompok jihadis, seperti Ansharuddin dan Front Pembebasan Masina (Mali) serta Emirat Al-Qaidah di Sahara (Maghrib Islami), menambah panjang deretan perubahan di Afrika.

Ketika deklarasi, para pemimpinnya menyatakan kesetiaan kepada Azh-Zawahiri. Dalam pidato pengumuman penggabungan tersebut, pemimpin Nushratul Islam Iyad ag Ghaly mengatakan “Pada saat yang diberkati ini, kami membaiat para amir dan syekh kami yang terhormat; Syekh Abu Mush’ab Abdul Wadud (Amir Al-Qaidah di Maghrib Islami/AQIM—edt) dan syekh kami yang bijaksana Aiman Azh-Zhawahiri.”

 

Sumber: www.longwarjournal.org; www.reuters.com

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *