Kekuatan Ramalan; Jihad Diponegoro Menegakkan Negara Islam di Jawa

Buku berjudul The Power of Prophecy yang ditulis oleh Peter Carey ini secara harfiah bisa diartikan “kekuatan ramalan”. Buku dengan tebal 970 halaman dan 12 bab ini diperkaya dengan 84 ilustrasi plus 11 peta. Selain itu, buku ini memuat 2.260 catatan kaki yang sarat rujukan arsip dan sumber pertama, diterbitkan oleh KITLV Press Leiden tahun 2008.

Data primer buku ini adalah otobiografi Pangeran Diponegoro sendiri, yaitu Babad Diponegoro yang naskah aslinya ditulis dengan aksara Pegon Arab oleh tangan Diponegoro ketika dibuang di Manado. Babad Diponegoro sendiri merupakan sebuah naskah yang mendapat pengakuan dalam daftar Memory of the World UNESCO.

Carey juga banyak menggunakan sumber-sumber pribumi serta catatan-catatan Belanda dan Inggris, khususnya kumpulan arsip kolonial yang berasal dari Karesidenan Surakarta dan Yogyakarta yang sekarang tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia, Jakarta. Total ada 16 lampiran yang tersaji dalam buku ini.

Mengapa penulis membuat judul untuk biografi Pangeran Diponegoro dengan kekuatan ramalan? Hal ini berkaitan dengan kisah Diponegoro di waktu kecil. Diponegoro kecil pernah dibawa ke hadapan kakeknya, Sultan Hamengku Buwono I. Sultan Pabu Buwana I adalah sultan pertama Kesultanan Yogyakarta sebagai penerus mataram Islam yang paling berpengaruh setelah Sultan Agung, demikian para sejarawan menyebut Hamengku Buwono I.

(Baca juga: Kerasnya Diponegoro Dalam Melawan Budaya Jahiliyah Barat)

Ketika sang cucu berada di hadapannya sultan mengatakan bahwa kelak cucunya, Diponegoro akan menjadi pemimpin besar di tanah Jawa yang akan membawa kerusakan besar bagi Belanda.

Jeng Sultan ngandika ris/Bok Ratu buyutireku/ besuk wruhanira/ wus karsaning Hyang Widhi/ pan pinasthi iya karya lampahan

Pan iku luwih lan ingwang/ rusake walonda benjing/ Wekasan Walahu A’lam (hal 70)

Dan itu terbukti, bahwa diponegoro menjadi lawan begitu berat dan membawa kerugian yang besar bagi Belanda.

 

Baca halaman selanjutnya: Perang Jawa, Perang Diponegoro

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *