Politik Kawasan Arab Memanas; Reaksi Pemimpin Global Atas Bocornya Email UEA

Pasca diretasnya email pejabat tingkat tinggi Uni Emirat Arab dengan sebuah lembaga think-tank pro-Israel, politik kawasan Teluk memanas. Rusia, Turki dan India menyerukan agar semua pihak tenang di saat krisis semakin dalam.

Para komentator, politisi, dan aktivis Arab telah menanggapi memanasnya hubungan antara Qatar dan negara-negara Teluk lainnya dengan menyerukan persatuan Arab, melihat motif tersembunyi, dan menyalahkan Presiden AS Donald Trump. (baca artikel terkait: Bocoran email UEA, Meraba Politik Balik Layar UEA) 

Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan mereka dengan Qatar pada hari Senin. Dampaknya, termasuk mengusir Qatar dari aliansi negara Teluk dari koalisi militer yang sedang berperang di Yaman. Arab Saudi juga memerintahkan warga negaranya untuk meninggalkan Qatar dalam waktu 14 hari dan mengusir warga negara Qatar dari wilayah kerajaan Arab Saudi. Penerbangan dari Qatar tidak akan lagi bisa terbang di atas semenanjung Arab.

Menyalahkan Trump

Diplomat Iran Hamid Aboutalebi menyalahkan kunjungan Donald Trump ke Arab Saudi dalam rangka menghadiri pertemuan puncak para pemimpin Arab:

Apa yang terjadi hari ini adalah hasil tarian Trump di Riyadh

Adham Abu Selmia, seorang jurnalis asal Palestina berkomentar,

“Anggur jenis apa yang dinikmati para pemimpin Arab dengan Trump, yang membuat mereka mengamuk seperti orang gila, hingga saling bertengkar satu sama lain setelah Trump pergi.”

 

Ketakutan akan Meningkatnya konflik

Mohammad Mukhtar Alshanqeety, seorang penulis dan jurnalis yang berbasis di Qatar, memperingatkan risiko strategis yang lebih luas ke wilayah ini.

Siapa yang memutuskan hubungan mereka dengan Qatar akan memahami kesalahan mereka di kemudian hari, karena mereka meninggalkan Aliansi Teluk yang secara strategi terekspos pada momen-momen yang berbahaya ini.

Sedangkan pengamat yang lainnya, membandingkan keretakan hubungan ini dengan sebuah pengepungan. Nasser Duwailah, seorang pengacara asal Kuwait dan mantan anggota parlemen, memperingatkan bagaimana konflik tersebut dapat meningkat dengan cepat.

Pengepungan darat, laut dan udara lebih dari sekedar memotong hubungan diplomatik, ini adalah tahap terakhir sebelum perang. Kami memanggil para pemimpin di Teluk untuk menyelamatkan sejarah dan keluarga kami.

Motif yang lebih luas

Amr Abdulhadi, seorang aktivis Mesir, menyematkan kesalahan pada Uni Emirat Arab:

UAE sedang mencoba untuk membongkar GCC [Gulf Cooperation Council] dan hari ini adalah langkah pertama.

Abdullah Al-Athbah, editor surat kabar Al Arab yang berbasis di Qatar, mengatakan:

Dua negara terbesar di Teluk Arab ingin menjadikan Qatar terkepung, dan mereka ingin mencekiknya. Kemudian beberapa orang akan mengatakan Qatar adalah negara kecil.. Mereka salah, Qatar adalah negara besar.

Saed Alhaj, seorang aktivis Arab di Turki, menuduh beberapa negara Teluk bersikap munafik.

Mereka menyerukan untuk memutuskan hubungan dengan Qatar karena Qatar memiliki hubungan dengan Iran. Tapi pada saat bersamaan mereka memiliki ikatan kuat dengan Iran. UAE memiliki perdagangan yang luas dengan Iran.

 

Baca halaman selanjutnya: Persatuan Arab