Mengupas Analisa Barat Soal Konsep Khilafah

 

Buku yang berjudul DEMYSTIFYING THE CALIPHATE: Historical Memory and Contemporary Contexts secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai “MENGUAK KHILAFAH: Ingatan Sejarah dan Konteks Masa Kini”. Buku yang merupakan kumpulan artikel oleh beberapa akademisi ini diedit oleh  Madawi Al-Rasheed, Carool Kersten, dan Marat Shterin. Buku ini diterbitkan oleh Oxford University Press, New York, pada tahun 2013.

Buku dengan ketebalan sebanyak 324 halaman ini mempunyai ISBN: 9781849042284 untuk versi cetak. Isi buku ini disusun dari 12 artikel ilmiah tentang khilafah yang ditulis oleh para kontributor yang merupakan akademisi dari berbagai bidang ilmu. Buku ini juga dilengkapi dengan Bagian Pendahuluan, Daftar Pustaka, dan Daftar Indeks.

Buku ini disusun oleh tiga orang editor berikut. Madawi Al-Rasheed adalah Profesor Antropologi Agama di King’s College London. Carool Kersten adalah dosen Studi Islam di King’s College London. Dia memiliki gelar PhD dalam Studi Agama dari School of Oriental and African Studies (SOAS), MA dalam Bahasa dan Budaya Arab, serta Sertifikat dalam Studi Asia Tenggara. Dia bekerja bertahun-tahun di Timur Tengah dan telah mengajarkan sejarah dan agama Asia di Thailand. Marat Shterin adalah dosen Sosiologi Agama di King’s College London. Dia telah mempublikasikan secara luas tentang agama, masyarakat dan hukum di Rusia.

Dalam imajinasi populer Barat, khilafah sering memunculkan sejumlah citra negatif, sementara demonstrasi yang diselenggarakan untuk mendukung kebangkitan kembali khilafah diperlakukan dengan campuran rasa takut dan penghinaan, seolah-olah mereka adalah langkah pertama untuk merebut demokrasi. Namun gambaran dan persepsi ini tidak ada kaitannya dengan kenyataan.

Sementara beberapa orang Muslim mungkin bernostalgia dengan khilafah, hanya sedikit dari mereka yang sekarang berusaha mewujudkan mimpinya itu. Namun khilafah dapat dijadikan sebagai sebuah seruan yang kuat dan sebuah simbol yang mengacu pada masa lalu yang dibayangkan dan dirindukan untuk dibangkitkan kembali sebagai sebuah pemerintahan Islam yang ideal.

Khilafah saat ini merupakan konsep yang diperebutkan diantara banyak aktor di dunia Muslim, Eropa dan sekitarnya. Penegakan kembali dan imajinasi tentangnya mungkin tampak membingungkan bagi kebanyakan kita.

Buku ini menyoroti perdebatan historis setelah runtuhnya khilafah Utsmaniyah terakhir dan kontroversi seputar seruan baru-baru ini untuk membangkitkannya kembali, melampaui agenda alarmis untuk menjawab pertanyaan mendasar mengapa ingatan khilafah tetap ada di antara umat Islam yang beragam. Dari London sampai ke Kaukasus, Jakarta, Istanbul, dan Baghdad, para kontributor mengeksplorasi konsep khilafah ini dan imajinasi ulang umat Islam sebagai sebuah komunitas multi-etnis yang beragam.

 

Baca halaman selanjutnya: Ulasan Isi Buku