Taliban Kembali Gunakan Serangan Green on Blue Pada Pasukan Amerika

Taliban mengatakan bahwa salah satu pejuangnya yang menyusup ke jajaran Tentara Nasional Afghanistan bertanggung jawab atas pembunuhan tentara AS, di provinsi Nangarhar, Afghanistan timur, lansir lwj pada Ahad (11/6).  Serangan “Green on Blue” kali ini merupakan serangan kedua selama 2017.

Militer AS mengkonfirmasi bahwa tiga tentara mereka tewas dan seorang lainnya terluka. Pernyataan tersebut tidak menjelaskan detail unit tentara berasal serta  tidak menunjukkan bagaimana mereka terbunuh.

Taliban, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di situs resminya, Voice of Jihad, mengatakan bahwa “seorang mujahid (penyusup) di jajaran pasukan musuh menembaki tentara AS  di daerah Lata Band di distrik Achin, provinsi Nangarhar timur.” Taliban mengklaim bahwa empat tentara AS tewas dan beberapa lainnya terluka.

(Baca juga: Taliban Tolak Tuduhan Rezim Soal Pemboman Kabul)

Pejabat Afghanistan mengkonfirmasi bahwa tiga tentara AS tewas dan seorang lainnya terluka, dan mengidentifikasi penembak tersebut sebagai “komando Afghanistan,” menurut BBC. Baik pejabat Afghanistan maupun Taliban, mengkonfirmasi bahwa tentara Afghanistan yang menembaki rekan-rekan Amerika-nya tersebut terbunuh.

Gabungan pasukan AS dan Afghanistan beroperasi di distrik Achin yang diakui kelompok Negara Islam sebagai bagian dari Provinsi Khurasan. Di wilayah tersebut, antara Taliban dan Negara Islam saling bermusuhan dan secara rutin berbenturan di Nangarhar.

Tiga tentara AS juga terbunuh saat berperang melawan Negara Islam di Kabupaten Achin sepanjang tahun ini. Ketiga tentara tersebut tewas pada bulan April selama dua operasi terpisah. Dua tentara tewas dalam serangan 27 April yang berhasil membunuh Abdul Wasib, emir  provinsi Khurasan, negara Islam.

Beberapa hari setelah tentara AS yang pertama terbunuh di Achin pada awal April, militer AS menjatuhkan MOAB ( Mother of all Bombs), di kompleks  Negara Islam.

Taliban memandang serangan orang dalam sebagai taktik utama untuk mengalahkan AS

Serangan penyusup kemarin merupakan serangan kedua yang tercatat oleh lwj selama tahun ini. Banyak serangan orang dalam tidak dilaporkan karena tidak menimbulkan korban jiwa.

Serangan lainnya tahun ini, pada 19 Maret di sebuah pangkalan di provinsi Helmand, mengakibatkan tiga tentara AS terluka. Penyerang tersebut, seorang perwira Angkatan Darat Afghanistan dari Korps Marinir 215, terbunuh.

Di masa lalu, Taliban telah menyusup ke pasukan keamanan Afghanistan untuk melakukan serangan atau mengambil senjata musuh guna dipindahkan ke tangan Taliban.

Pada tahun 2012, Mullah Omar, pendiri dan emir pertama Taliban, mengumumkan telah menciptakan departemen “Call and Guidance, Luring and Integration” dimana  cabang-cabangnya sekarang beroperasi di seluruh negeri. Tujuan departemen tersebut adalah  mendorong pembelotan dan serangan terhadap pasukan koalisi.

Sejak pengumuman Omar, Taliban mengatakan bahwa serangan penyusupan orang dalam merupakan bagian penting dari strategi militer dalam setiap serangan musim semi tahunan.

“Operasi ini akan melibatkan serangan konvensional, perang gerilya, serangan syahid yang kompleks, serangan orang dalam dan penggunaan IED,” kata Taliban dalam  Operasi Mansouri.

Insiden ini telah menurun dari 44 pada 2012 menjadi dua di tahun 2016 dan dua lagi sepanjang tahun ini. Hal ini disebabkan oleh penurunan drastis pasukan koalisi setelah akhir gelombang di tahun 2012 serta langkah-langkah keamanan yang lebih baik.

 

Sumber: www.longwarjournal.org