Departemen Luar Negeri AS Masukkan MMI Dalam Daftar “Teroris Global”

Departemen Luar Negeri AS secara resmi memasukkan kelompok jihadis Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) sebagai organisasi teroris global pada Selasa (13/6). Menurutnya, kelompok yang dibentuk pada tahun 2000 tersebut memiliki hubungan dengan al Qaeda.

Negara Paman Sam mencatat  bahwa MMI telah melakukan serangan di Indonesia, termasuk serangan Mei 2012 pada peluncuran buku penulis Kanada Irshad Manji. Serangan tersebut membuat tiga peserta dirawat di rumah sakit. Departemen Luar Negeri AS juga mengatakan bahwa MMI yang dibentuk oleh Abu Bakar Bashir, salah satu pendiri Jemaah Islamiyyah (JI), merupakan afiliasi regional Al Qaeda.

AS mencatat bahwa Abu Bakar Baashir meninggalkan MMI pada tahun 2008 dan membentuk kelompok lainnya, Jemaah Ansharut Tauhid (JAT).

Tak lama setelah pengumuman kekhalifahan Abu Bakr Baghdadi pada tahun 2014, Ustadz Abu Bakar Baashir berjanji setia kepada Baghdadi atas nama dirinya dan JAT. Namun, dua putra Abu Bakar Baashir dan beberapa pemimpin lainnya tidak berbaiat dan memilih untuk meninggalkan JAT  membentuk Jemaah Ansharusy Syariah.

Menurut Jakarta Post, lebih dari 50 persen pengikut Bashir meninggalkannya dan bergabung dengan Jemaah Ansharusy Syariah.

Secara pemikiran, Jamaah Ansharusy Syariah lebih dekat dengan Al-Qaeda dibanding dengan ISIS. 

Amerika mencatat bahwa MMI juga mendukung Jabhah Nusrah yang dulu merupakan cabang Al-Qaeda di Suriah dan sekarang merupakan bagian dari HTS. 

 

Disadur dari www.longwarjournal.org; www.state.gov