Green on Blue, Momok Mematikan Pasukan Asing di Afghanistan

Serangan Green on Blue kembali mengguncang Afghanistan. Seorang polisi Afghanistan melepaskan tembakan ke tentara Rumania dan melukai seorang lainnya sebelum terbunuh. Serangan orang dalam itu terjadi di dekat Lapangan Udara Kandahar, dan merupakan serangan keempat yang tercatat sepanjang tahun ini.

Pihak NATO di Afghanistan membenarkan bahwa seorang anggota Polisi Urusan Sipil Nasional Afghanistan melepaskan tembakan ke penasihat koalisi. Polisi tersebut melakukan serangan setelah mereka menyelesaikan pelatihan terjadwal dan bersiap kembali ke markas.

“Tentara Rumania, yang sedang berjaga, bersama dengan pelatih militer, asisten komandan dan pengawas membalas tembakan dan membunuh orang bersenjata tersebut,” ulas laporan tersebut. Tercatat bahwa seorang polisi Afghanistan terluka dalam baku tembak.

Jumlah serangan insider tetap diklasifikasikan

Serangan insider kali ini merupakan yang keempat sepanjang tahun 2017 menurut catatan Long War Journal. Serangan terakhir pada 17 Juni, berhasil melukai tujuh tentara AS. (Artikel terkait: Taliban Kembali Gunakan Serangan Green on Blue pada Pasukan Amerika)

Namun, jumlah serangan Green on Blue sebenarnya mungkin lebih banyak mengingat tidak semua informasi serangan dipublikasikan ke luar. 

Pada tahun 2012, Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (sebelum ada Resolute Support) mengatakan kepada FDD’s Long War Journal bahwa keseluruhan statistik serangan orang dalam telah diklasifikasikan, namun komando tersebut berusaha untuk melakukan deklassisasi informasi tersebut.

Pertanyaan tentang mengapa statistik diklasifikasikan tidak terjawab.

Insiden serangan orang dalam telah menurun. PAda tahun 2012 sebanyak 44 serangan terjadi, dan hanya dua serangan di tahun 2016 sedang tahun ini sedah terjadi empat kali serangan.

Serangan orang dalam telah meningkat saat Trump mempertimbangkan mengirim 4.000 tentara tambahan ke Afghanistan dalam upaya untuk menghentikan kemajuan Taliban dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar kekuatan ini diharapkan dapat bermitra dengan tentara Afghanistan di lapangan dalam upaya meningkatkan efektivitas tempur mereka.

 

Taliban memandang serangan orang dalam sebagai taktik utama mengalahkan AS

Sejauh ini, tidak ada kelompok yang mengklaim serangan di Kandahar yang menyebabkan satu orang Inggris terluka. Di masa lalu, Taliban telah menyusup ke pasukan keamanan Afghanistan untuk melakukan serangan atau menggaet polisi untuk melakukan serangan ke personil koalisi.

Pada tahun 2012, Mullah Omar, pendiri dan emir pertama Taliban, mengumumkan bahwa Taliban membentuk departemen “Call and Guidance, Luring and Integration”. Taliban mengatakan, “Departemen tersebut sekarang beroperasi di seluruh negeri dan berusaha mendorong pembelotan serta penyerangan terhadap pasukan koalisi.”

Sejak pengumuman Omar, Taliban mengatakan bahwa operasi “Green on Blue” merupakan bagian penting dari strategi militer sebagai bagian dari serangan musim semi tahunannya.

“Operasi ini akan melibatkan serangan konvensional, perang gerilya, serangan syahid yang kompleks, serangan orang dalam, dan penggunaan IED untuk mencapai tujuan mereka,” kata Taliban dalam pernyataannya mengenai Operasi Mansouri , serangan 2017. (Baca artikel terkait: Operasi Manshouri Resmi Digelar, Taliban Janjikan Dua Strategi Jitu)

 

Sumber: www.longwarjournal.org