Pemimpin Anshar Ghazwatul Hind: Jihad di Khasmir tak Akan Pernah Berhenti 

Zakir Musa, pemimpin Ansar Ghazwatul Hind yang baru dibentuk, telah mengeluarkan sebuah pesan audio dimana dia menyebutkan bahwa jihad, terutama di Kashmir, tidak tidak pernah berhenti dan akan terus berlanjut karena hadirnya kecintaan terhadap agama ini di hati umat Islam.

Musa, yang juga mantan komandan di Hizbul Mujahidin, menjadi pengkritik vokal kelompok jihad yang sedang bertempur di Kashmir awal tahun ini. Dia menyebutkan bahwa ketika banyak orang menyerah berjihad di dunia karena takut terhadap Amerika, justru jihad di Kashmir tidak berhenti, “Jihad di Kahsmir terus berlanjut bahkan ketika hanya ada sedikit orang laki-laki di antara barisan.”

Ia juga menegaskan bahwa adanya jihad adalah demi membebaskan ummat dari belenggu orang kafir, dan untuk menjalankan hukum Allah ta’ala yang penuh dengan keadilan. Ia juga mengingatkan bahwa menangnya segelintir mujahidin dalam menghadapi pasukan orang-orang kafir yang besar bukanlah sekedar dongeng, namun suatu fakta sejarah.

Pasukan gajah yang dihancurkan oleh burung-burung kecil; Perang Badr dan Yarmuk; Kekalahan Uni Soviet dan Amerika di Afghainstan, adalah di antara contohnya.

Pada akhir pesannya, Musa juga menyampaikan doa dan nasihat kepada Muslimin Rohingya yang tertindas di Myanmar. Pesan audio tersebut dirilis secara online pada 31 Agustus.

(BACA JUGA: Taliban Ajak Seluruh Umat Islam Bantu Muslim Rohingya)

Berikut terjemahan pesan audio lengkapnya.

Wahai Umat Islam di Kashmir! Wahai saudara-saudaraku yang tinggal di India!

Wahai para tentara syariah di anak benua (India)! Wahai para mujahidin!

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh…

Pada momen Iedul (Adha) ini, saya meminta kalian untuk mendoakan para mujahidin yang sekarang sedang berjuang di jalan Allah. Semoga Allah ta’ala menerima semua amal kebaikan kita. Amin.

Insyaallah, Allah ta’ala akan memberi kita kemenangan dan kita akan berhasil menerapkan syariat Islam di negeri-negeri ini.

Pesan dari Idul Adha adalah mengorbankan raga Anda, jiwa Anda dan harta Anda di jalan Allah. Inilah yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail—alaihimas salam—kepada kita. (Yaitu) yang terjadi pada hari Arafah ketika semua orang sejak dari Nabi Adam—alahis salam—sampai manusia terakhir telah membuat sebuah perjanjian dengan Allah ta’ala bahwa Allah lah Rabb kita, dan pada hari penghakiman nanti tidak ada yang dapat mengklaim bahwa ia tidak mengetahui (apa yang telah ia lakukan). Pada hari Arafah jugalah saat Allah berfirman dalam al-Quran bahwa agama Islam telah sempurna.

Allahmdulillah, Allah memberkati kita dengan karunia Islam dan Dia memilih itu untuk kita. Di depan hukum ilahi ini, setiap filosofi lain dan setiap literatur lainnya adalah baatil. Apakah itu demokrasi, sekularisme, atau munafikin yang bersembunyi di balik nama Islam. Kita bara` (berlepas diri) dari setiap sistem tersebut dan setiap orang tersebut.

Allah telah memberi kita jalan untuk menghancurkan sistem-sistem palsu ini. Dia sendiri telah menunjukkan jalan jihad untuknya. Untuk melangkah pada jalan ini, kita tidak memerlukan izin dari negara bagian atau sertifikat dari orang-orang munafik manapun. Kami tidak berjihad sehingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN/PBB) atau masyarakat internasional mendukung kita.

Memang orang-orang kafir tidak akan pernah membantu kaum muwahidin (umat Islam). Jihad di Kashmir adalah salah satu jihad bersejarah di dunia yang telah banyak mengalami pasang surut. Baik berupa pengkhiantan, atau kolaborasi dengan orang kafir, atau kekejaman tentara India. Terlepas dari semua kemunduran ini, Jihad di Kashmir tidak pernah berhenti dan akan terus berlanjut karena hadirnya kecintaan terhadap agama ini di hati umat Islam.

Sejak 28 tahun terakhir ini, jihad di Kashmir telah melalui banyak fase. Ada saat ketika Kita bermimpi bahwa kebebasan hanya beberapa hari lagi. Kemudian muncul fase ketika tentara India dan mereka yang berkolaborasi dengannya melakukan banyak kekejaman pada orang-orang Kashmir dan menciptakan rasa putus asa dan menyebarkan teror ke sekelilingnya. Tapi Muhajirin yang menyimpan nyanyian jihad ini tetap hidup dengan darah mereka, dan tampaknya orang-orang India tidak dapat tinggal lagi di Kashmir terlalu lama.

Selama fase tahun 2001 ini, Afganistan diserang oleh penjajah, sementara pembantunya dari tentara dan pemerintah Pakistan, yang kami sebut, justru mengkhianati ummat ini. Mujahidin dalam waktu yang sama malah dinyatakan sebagai teroris, kamp pelatihan ditutup. Banyak saudara-saudara kita yang terkait dengan jihad di Kashmir dibunuh oleh mereka dan banyak yang dipenjara. Jihad yang kemarin hukumnya wajib, dinyatakan haram oleh orang-orang ini.

Perbatasan disegel, mereka meninggalkan jalan izzah (kemuliaan) dan mereka mulai berbicara tentang dialog, kriket, diplomasi dan kebijakan backdoor. Karenanya, mereka telah mengkhianati jihad di Kashmir bahkan meski jihad di Kashmir tidak akan berhenti.

Ketika banyak orang menyerah berjihad di dunia karena takut dajjal saat ini (Amerika), justru jihad di Kashmir tidak berhenti dan—hanya dengan rahmat Allah—lilin jihad ini tidak pernah padam. Jihad di Kahsmir terus berlanjut bahkan ketika hanya ada sedikit orang laki-laki di antara barisan. Kami merampas senjata dari para tentara India, dan kami membuka jalan dengan darah kami dan melanjutkan jihad ini. Kami menggunakan batu melawan musuh saat kami tidak memiliki senjata dan kami telah memberikan contoh keberanian, dan sejarah akan menjadi saksinya.

Ketika orang-orang Kashmir muslim tidak pernah takut dengan tentara musyrik Hindu ini, apa yang membuat orang-orang Munafik berpikir bahwa kita takut pada hujatan para penghujat? Jihad ini tidak hidup karena beberapa negara mendukungnya. Jihad tetap hidup hanya dengan pertolongan Allah dan para syuhada yang memberikan darah mereka demi meraih ridha Allah.

Sejak 27 tahun terakhir di Kashmir, jihad tidak hidup karena satu kelompok atau negara, tapi lantaran darah para syuhada. Setiap mujahid fi sabililah hanya memiliki satu misi; tegaknya syariat Allah di Kashmir, atau mereka akan mati memperjuangkannya. Syariat; atau mati syahid. Mungkin mereka tidak memiliki sumber daya atau media untuk mengumumkannya, tapi itu tidak berarti mereka berjuang untuk tujuan lain.

Dari itu, gugurlah sebagai syahid Adil Mir dari Dadsara, Abid Khan dari Handora, Shaheed Afaq Shaheed Naseer dari Kareemabad. Dawood dari Qaimoh, Manzoorul Islam dari Bandirpora, Ashfaq Majeed Wani, Shaheed Abdullah Bangroo, dan Shaheed Sajad Gilkar dari Srinagar. Termasuk Muzamil Amin Dar, Muze Mauvli Sopore, Mufti Hilal dari Palhalan. Termasuk Tanveer Zargar dan Shaheed Imtiyaz dari Baramulla, Yasin Yatoo dari Chadoora. Juga Shaheed Irshad Gani, Shaheed Majid dari Kakpora; Junaid Matooor atau Shaheed Burhan dari Khudwani.

Orang-orang ini tidak menyerahkan hidup mereka untuk beberapa negara sekuler atau demokrasi, tapi mereka mati demi Allah untuk menegakkan syariat di Kashmir. Banyak anak dari ummat ini telah memberikan darah mereka untuk menjaga jihad ini agar tetap hidup. Seperti Akbar Bai Badhksahan, Ibnu Masud dari Sudan, Gazi Baba dari Babarpur dan Shaheed Abu Dujana.

Mereka memberikan nyawa mereka demi Allah saja. Mereka tidak mati demi bangsa atau negara tertentu.

Perang kami bukanlah untuk melawan orang muslim Pakistan, tapi kita bara`(berlepas diri) dari budak Amerika, yaitu tentara dan pemerintah Pakistan yang berkali-kali telah mengkhianati umat Islam, dan menyiksa, membunuh serta melukai mujahidin. Mereka melakukan itu untuk menyenangkan orang kafir dari India dan Amerika dengan mengkhianati jihad di Kashmir.

Kami mencintai setiap muslim Pakistan yang telah meneteskan air mata pada martir Qidah Gazi Muzik dan orang-orang yang berjuang demi Allah. Kami mencintai orang-orang Muslim yang ingin menyatukan daerah Pakistan, Afghainstan, India dan seluruh benua di bawah bendera Islam dan tauhid. Kami mendirikan Ansar Ghazwatul (Hind) yang menjaga aspek-aspek ini dalam pikiran dan untuk membebaskan ummat ini dari belenggu tentara Pakistan, dari pemerintah Pakistan dan dari para penyembah sapi, India.

Pemuja sapi, Narendra Modi, tidak peduli berapa banyak pun daya api yang dia dapatkan, betapa pun banyak perencanaan demi perencanaan yang dia lakukan, dia tidak akan bisa mengalahkan putra-putra tauhid. Kita telah dijanjikan oleh Nabiyullah saw bahwa kita akan menguasai India dan kita akan menegakan syariat di India, serta kita akan menyeret pemimpin bangsa yang musyrik ini dalam keadaan terbelenggu.

Mujahidin menyadari apa yang sedang dihadapi umat Islam di India dan kami berjanji kepada mereka bahwa kami, para mujahidin, akan melindungi mereka seperti tembok dan kami sedang mempersiapkannya.

Memang benar bahwa ini tampaknya seperti dongeng, yaitu bagaimana mungkin segelintir mujahidin dapat melawan tentara yang begitu besar dan kuat. Namun iman mengingatkan kita akan sejarah.

Iman mengingatkan kita pada pasukan gajah yang dihancurkan oleh burung-burung kecil. Iman mengingatkan kita bahwa Perang Badr dan Yarmuk memang terjadi. Iman mengingatkan kita pada Uni Soviet dan Amerika menghadapi penghinaan di Afghainstan. Iman mengingatkan kita pada Kashmir dimana jihad masih diterangi oleh mujahidin dengan darah, dan mujahidin di sana tahu dan percaya bahwa Badar dan Yarmuk akan terulang kembali, dengan izin Allah ta’ala.

Ini bukanlah perang untuk tanah atau merger dengan diktator manapun. Perang ini adalah demi membebaskan ummat dari belenggu orang kafir dan untuk menjalankan hukum Allah ta’ala yang penuh dengan keadilan. Perang kami melawan tentara India, polisi murtad dari Kashmir, pemerintah India, perwira dan struktur politik mereka, dan setiap individu yang akan berkolaborasi dengan orang-orang kafir dan mencoba untuk menyakiti jihad ini.

Terakhir, saya ingin berbicara tentang Muslim Burma yang dibantai oleh tentara Burma (Myanmar) dan orang-orang Budha yang kafir. Kami menyadari apa yang terjadi di sana, dan kami berdoa agar Allah memberikan kemenangan kepada mujahidin di sana. Kami mendukung para muhajirin dari Burma yang tinggal di Jammu, dan kami memperingatkan siapa saja yang akan mencoba menyakiti mereka, dan kami menghimbau ummah ini untuk membantu muhajirin ini dari burma.

Semoga Allah ta’ala memberikan pertolongan dan rahmat-Nya kepada kita.

 

Sumber: www.longwarjournal.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *