Taliban: Kebijakan Amerika yang Baru Akan Gagal di Afghanistan


Presiden AS mengumumkan strategi ‘barunya’ untuk Afghanistan di markas besar Fort Myer, Virginia, AS pada tanggal 21 Agustus 2017. Butuh waktu hampir enam bulan bagi pemerintahan AS yang baru untuk merumuskan strategi baru yang kontradiktif ini. Di satu sisi, mereka mengatakan bahwa kita tidak akan ‘mendekte’ orang Afghanistan bagaimana cara hidup dan bagaimana menjalankan masyarakat mereka yang kompleks, ini merupakan titik positif.

Tapi di sisi lain, secara praktis menekankan pada kehadiran tentara dan penggunaan pendekatan militer. Faktanya, strategi penggunaan kekuatan dan tekanan tidak mencapai hasil apapun selama enam belas tahun terakhir ini. AS dan sekutunya pernah menerjunkan lebih dari seratus ribu tentara di Afghanistan. Mereka menggunakan semua taktik dan senjata melawan para Mujahidin, tapi keduanya tidak menyelesaikan masalah Afghanistan.

Bukan kali ini saja Amerika merumuskan strategi seperti itu, tapi puluhan kali sambil menekankan penggunaan kekuatan. Strategi ini tidak akan menyelesaikan masalah Afghanistan sampai mereka menerima tuntutan dasar negara Muslim Afghanistan yaitu akhiri pendudukan, kemerdekaan negara dan pendirian sebuah sistem berdasarkan kepercayaan mereka.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Emirat Islam selalu terus membuka saluran politik sekaligus melanjutkan kegiatan militernya. Oleh karena itu, jika orang Amerika tulus tentang apa yang mereka katakan, mereka harus membiarkan orang Afghanistan memutuskan bagaimana cara hidup dan membentuk pemerintahansendiri.

Amerika telah benar-benar gagal dalam proses pembangunan Afghanistan. Pada awalnya, mereka terus mengkapanyekan kebebasan berbicara, berprinsip dan berkembang, tapi kenyataannya, mereka mengangkat para panglima perang yang tidak populer di mata rakyat di bawah slogan demokrasi. Akibatnya, orang-orang terjerumus ke dalam kemiskinan, penindasan dan ketidakamanan. Mereka juga tidak mengembangkan pertanian dan industri, beberapa tokoh tidak populer memperoleh miliaran dolar karena korupsi dan penggelapan uang.

Ini menunjukkan bahwa Amerika telah gagal dalam semua slogan dan janjinya di Afghanistan. Sekarang, sangat penting bagi mereka untuk mempertimbangkan kenyataan yang ada di Afghanistan. Mereka harus menerima hak-hak dasar orang-orang Afghanistan dan berusaha untuk menghapus semua faktor yang telah menyebabkan negara dan rakyat Afghanistan bangkit melawan pendudukan asing dalam satu setengah dasawarsa terakhir dengan segala potensi mereka.

Isu Afghanistan tidak dapat diselesaikan dengan strategi palsu yang juga tidak pernah menghasilkan pencapaian yang nyata di masa lalu. Namun, jika orang Afghanistan mendapatkan hak-hak mereka yang sah, mereka dapat meyakinkan tetangga mereka dan dunia bahwa tanah Afghanistan tidak akan digunakan untuk menyerang orang atau negara lain, sebaliknya akan menjalin hubungan baik dan saling menghormati dengan negara-negara tetangganya dan dunia berdasarkan kepentingan Islam dan nasional kita.

Sumber: alemarah-english.com