AQAP dan AQIM Keluarkan Pernyataan Terkait Penangkapan Ulama di Saudi

Penangkapan sujumlah ulama ternama yang dianggap menentang penguasa oleh pemerintahan Kerajaan Arab Saudi juga mendapat respon dari al Qaeda yang diwakili oleh dua cabang organisasinya yang paling aktif yaitu AQAP (Al Qaeda di Semenanjung Arab) dan AQIM (Al Qaeda di Maghrib Islam).

Dalam pernyataan bersama tersebut, al Qaeda mengecam keras tindakan Kerajaan Arab Saudi itu, dan menyeru untuk menghadapi hal itu dengan tetap berpegang teguh pada kebenaran.

“Negeri Haramain (dua kota suci), tempat turunnya wahyu, terus mengalami jatuh-bangun saat berada di bawah Pemerintahan Kerajaan Suud. Negeri itu terus mengeluh atas berbagai jenis kezaliman, penindasan, dan penganiayaan terhadap hak-hak (umat Islam). Sekarang umat Islam di seluruh tempat di belahan bumi bagian Timur dan Barat menyaksikan perbuatan yang telah dilakukan oleh pemerintah yang rusak tersebut dengan melakukan perang secara terang-terangan terhadap Islam. Bahkan hal itu telah melampaui batas, menghilangkan nalar logika yang sehat, dan membuat manusia bingung,” tulis pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa demi meraih kekuasaan, Muhammad bin Salman rela melakukan pelayanan apa pun dan mengekor kepada orang-orang Salibis dan pemimpin-pemimpin kafir dengan cara menghantam agama, kehormatan, dan harga diri umat Islam secara terang-terangan.

Dia merasa tidak cukup dengan sekedar menjual kekayaan dan memberikan dana negeri tersebut kepada Trump yang bernilai ratusan milyar dolar saat kunjungannya terakhir. Bahkan ia bersama para politikus kafir Salibis telah merencakan secara matang langkah-langkah untuk memerangi Islam, melencengkan kayakinan umat Islam, menyebarkan kerusakan, dan memberi ruang seluas-luasnya bagi bagi proyek Westernisasi.

Dalam dua tahun terakhir, negeri tersebut telah melangkah melewati jalan penyimpangan, penyesatan, dan pengrusakan. Bahkan hak tersebut telah sampai pada tahap diumumkannya pembentukan lembaga gabungan dengan Paus Vatikan oleh mantan menteri keadilan, Muhammad al Isi, guna menelaah kembali teks-teks Islam dan membersihkannya dari apa yang mereka sebut dengan ‘teror’ dan ajakan melakukan ‘kekerasan’.

Sebelumnya telah mencuat beberapa pernyataan berbau Amerika kepada menteri luar negeri Amerika sekarang yang menegaskan niat pemerintah untuk merevisi kurikulum pendidikan agar selaras dengan apa yang diinginkan oleh Salibis dan musuh-musuh Islam dengan mengatasnamakan ‘perang melawan teror’.

Hal ini menjadi jelas bagi semua bahwa Global Center untuk melawan ideologi ekstrimis yang diresmikan Trump di Riyadh yang dinamakan ‘I’tidal Center’ merupakan keterlibatan secara nyata dalam perang melawan Islam dan perang terhadap keyakinan umat Islam dan identitas mereka.

Mereka menyatakan secara jelas bahwa proyek global center tersebut adalah untuk memerangi pemikiran, dan kembali membentuk nalar (keislaman).

Demi memuluskan proyek keji tersebut, rezim Suud di bawah pimpinan Muhammad bin Salman dengan sengaja menangkap beberapa ulama dan dai dari berbagai latar belakang dengan menyumbat setiap suara yang menentang proyek merusak tersebut, dan membungkan setiap usaha nahi munkar atau menjaga identitas umat Islam dan agama mereka.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa dari pada menjalankan proyek seperti itu, seharusnya rezim justru menyelesaikan ancaman nyata yang sedang dihadapi, seperti ancaman Syiah-Shafawi yang menyepung di daerah selatan yang mendapat dukungan dari Iran dan Irak, dan juga gejolak internal Syiah di wilayah timur seperti Qathif.

Sementara kepada umat Islam pada umumnya, al Qaeda menyeru untuk mengambil peran apa pun guna membendung proyek yang keji tersebut. Sementara untuk para ulama dan dai, mereka diharapkan untuk tetap berpegang teguh pada kebenaran dan lantang menyuarakannya.

“Kami juga mengajak pada ulama dan dai untuk tetap berpegang pada kebenaran dan lantang menyuarakannya di hadapan penguasa rusak dan perusak ini. Kami mengajak para tokoh, pemuka kabilah, para cendikiawan, para pemikir, dan para jurnalis yang jujur, untuk bersikap jujur (kesatria) sesuai dengan kemampuan masing-masing” sebagaimana tertulis dalam pernyataan tersebut.

Sumber: https://azelin.files.wordpress.com