Siapa Golongan yang Akan Membebaskan Al-Aqsha?

Mereka yang melakukan muhadanah tidak akan pernah membebaskan Al-Aqsha dan mengembalikan Al-Quds. Mereka yang akan mengembalikannya adalah para pemuda yang beriman pada Rabb mereka lalu dia pun menambah hidayah(nya) pada mereka.

Saya akan menukilkan untuk Anda, wahai saudaraku tercinta, potongan pernyataan Syaikh Usamah bin Laden—semoga Allah menerimanya—dalam pidato beliau yang berjudul ‘Risalah ila al-Ummah al-Muslimah‘ (Surat Untuk Umat Islam). Ini agar Anda mengetahui dan mengenal di antara sifat-sifat orang yang akan mengembalikan al Aqsha, dan agar Anda bersungguh-sungguh supaya Anda menjadi salah satu dari mereka. Kami memohon kepada Allah agar hal itu terwujud dalam waktu dekat.

Ketahuilah bahwa mereka yang menjerumuskan diri pada jalan muhadanah (menjilat/mencari muka dengan mengatasnamakan perundingan dan perjanjian) pada musuh-musuh Islam tidak akan pernah membebaskan al Aqsha. Kami memohon kepada Allah agar menjaga dan menyalamatkan kita (darinya).

Syaikh Usamah bin Laden—semoga Allah merahmatinya—menuturkan, “Sungguh, saat saya mendiskripsikan realita kondisi jamaah-jamaah Islam, itu saya lakukan dalam rangka saling menasehati, yaitu menasehati umat Islam, dan kepedulianku untuk mengingatkan mereka agar tidak menyimpang dari tujuan mereka.”

“Untuk itu, keselamatan (keutuhan) manhaj (metodologi) lebih dikedepankan dari keselamatan negara, jamaah-jamaah, dan personil-personilnya. Jika keselamatan itu semua bertabrakan dengan keselamatan manhaj, maka pada hakikatnya hal itu adalah keselamatan yang rancu. Keselamatan sejati yaitu dengan mengikuti manhaj yang Allah ta’ala turunkan kepada nabi kita, Muhammad—shallallahi ‘alaihi wa sallam.”

“Sungguh, muhadanah dalam kebatilan—terlebih jika hal itu suatu kemaksiatan—merupakan tindakan menjerumuskan orang lain untuk menempuh jalan kesesatan. Hal itu tidak akan mengantarkan mereka menjadi penolong agama (Islam) sebagaimana yang mereka klaim dan salah pahami.”

“Menolong agama (Islam) itu dengan cara yang disyariatkan (Allah); bukan dengan cara yang dibuat oleh mereka mengada-adakan suatu bid’ah dalam agama.”

(BACA JUGA: Komando Pusat Al-Qaeda: Darah Umat Islam Haram Untuk Ditumpahkan!)

“Mereka yang melakukan muhadanah tidak akan pernah membebaskan al Aqsha dan tidak akan pernah mengembalikan al Quds. Mereka yang akan mengembalikannya hanyalah para pemuda (orang-orang) yang beriman pada rabb mereka, lalu Dia pun menambahkan hidayah-(Nya) kepada mereka.”

“Para pemuda yang memiliki akidah wala’ dan bara’ (loyalitas dan disloyalitas kepada Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman) lebih pantas untuk menduduki posisi pemerintahan dan kepemimpinan.”

“(Yaitu) para pemuda yang tidak menanti para seniornya yang hanya duduk-duduk saja (enggan berjihad), dan tidak meminta fatwa pada para pemimpin yang telah rusak.”

“(Yaitu) para pemuda yang keilmuan mereka tidak berdasarkan undang-undang yang dibuat PBB yang disebut legalitas internasional, atau tidak juga berasal dari para diktator negara-negara Timur, atau bukan dari para ulama dan pemimpin jamaah-jamaah yang bernaung pada kezaliman mereka (penguasa diktator).”

“Keilmuan mereka tidak berdasarkan analisis-analisis politik dari media-media propaganda yang tidak konsisten dengan syariat Allah, mengolok-olok simbol-simbol agama dengan mengatasnamakan lelucon, menyebarkan kezindikan dengan mengatasnamakan kebebasan berpendapat, dan berusaha memperburuk citra mujahidin serta merendahkan mereka.”

“Keilmuan para pemuda tersebut hanya berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Nabi Kita—shallallahu ‘alihi wa sallam.”

“Pemuda yang jika pepohonan atau bebatuan berseru pada mereka, ‘Wahai Muslim! Wahai Hamba Allah! Ini ada Yahudi (bersembunyi) di belakangku. Kemarilah lalu bunuhlah ia.’ Maka mereka pun segera menuju ke sana dan menebas lehernya (Yahudi tersebut) laksana anak panah.”

(BACA JUGA: Ideolog Jihad: Jihad Butuh Keterlibatan Ummat!)

“Sungguh terjatuh dari langit ke bumi lebih ringan bagi mereka daripada mereka disyaratkan harus meminta izin dari para diktator atau mereka yang mengakuinya. Hal ini demi agar mereka bisa leluasa menjalankan perintah Allah ta’ala dan perintah Rasul-Nya—shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Apakah Anda, saudaraku tercinta, sudah mengetahui siapakah gerangan yang akan membebaskan al Aqsha? Jika Anda telah mengenalinya, maka bergegaslah bergabung bersama mereka dan menjadi bagian dalam barisan mereka. Saya memohon kepada Allah agar menjadikan saya dan Anda bagian dari mereka.

Dan berhati-hatilah terhadap orang-orang berjalan mundur ke belakang seraya melakukan muhadanah kepada musuh-musuh agama (Islam). Karena mereka tidak akan pernah mengembalikan al Aqsha.

Hari-hari ini, alangkah perlunya kita menyebar luaskan pernyataan-pernyataan yang baik lagi berkah ini agar bisa menjadi pencerahan bagi mereka yang menempuh jalan kemuliaan dan kejayaan.

Semoga Allah memberi balasan kebaikan bagi setiap orang yang berkontribusi menyebarkannya.

Dr. Sami al ‘Uraidi—semoga Allah memaafkannya.
Muharram 1439 H