Komandan Perang AS Klaim Temukan Taktik Mengakhiri 16 Tahun Perang Afghanistan

Militer AS di Afghanistan mengklaim telah menemuan cara untuk memecah kebuntuan perang selama 16 tahun di Afghanistan. Mereka mengubah taktik dengan mempersiapkan unit-unit pasukan Afghanistan yang lebih kecil untuk melancarkan serangan yang lebih agresif terhadap Taliban tahun depan, kata komandan tertinggi AS untuk Timur Tengah pada hari Kamis.

Meski mengakui masih banyak hal yang harus dilakukan, Jenderal Angkatan Darat Joseph Votel, mengaku lebih optimis. Dia mengungkapkan bahwa terdapat tren positif dalam pertarungan Afghanistan.

Taktik ini didukung oleh komandan-komandan perang baru yang lebih muda. Ia menambahkan bahwa pasukan tersebut juga akan melakukan lebih banyak operasi dan melakukan serangan lebih sering tahun depan.

“Saya kira militer ingin memecahkan kebuntuan ini (Selama 16 tahun perang -red) dan inilah usaha kami untuk mencapai hal tersebut,” kata Votel kepada wartawan di markas Komando Pusat AS.

“Saya tidak mengumumkan kemenangan di sini dengan ini – tapi saya pikir beberapa langkah yang telah kami lakukan … adalah langkah positif yang membuat kita bergerak ke arah itu untuk memecahkan kebuntuan.”

Jenderal Joseph Dunford, ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan kepada Kongres pekan lalu bahwa dia masih menganggap perang tersebut sebagai jalan buntu. Namun dia dan Menteri Pertahanan Jim Mattis meyakinkan anggota parlemen bahwa rencana untuk meningkatkan jumlah pasukan AS di Afghanistan dan meningkatkan dukungan militer ke unit Afghanistan akan terbayar.

Anggota Kongres, bagaimanapun, telah menyatakan skeptisisme dan frustrasi dengan Pentagon, dan mengeluh bahwa mereka belum mendapatkan informasi yang cukup mengenai strategi baru pemerintah untuk memenangkan perang di Afghanistan dan membawa stabilitas yang lebih besar ke wilayah yang lebih luas.

Presiden Donald Trump pada bulan Agustus menyetujui rencana Pentagon untuk mengerahkan sebanyak 3.800 tentara AS tambahan ke Afghanistan, dimana sudah ada lebih dari 11.000 pasukan.

Pasukan Amerika tambahan akan digunakan untuk meningkatkan usaha untuk memberi saran dan membantu pasukan Afghanistan, termasuk menempatkan penasihat dengan batalyon Afghanistan yang lebih kecil, yang mereka sebut Kandaks.

Militer Amerika mengklaim, taktik tersebut akan mendekatkan mereka ke pertempuran dan memperbaiki kemampuan militer Afghanistan untuk memerangi gerilyawan.

Votel mengatakan bahwa para penasihat tersebut akan membantu unit Afghanistan tersebut bersiap-siap menghadapi musim pertarungan tahun depan.

Pasukan AS juga akan digunakan untuk memperkuat operasi kontraterorisme AS melawan al-Qaida dan afiliasi Negara Islam yang sedang tumbuh di Afghanistan, serta kelompok Taliban dan kelompok lainnya.

Pasukan AS yang ditambahkan sudah mulai bergerak ke Afghanistan, termasuk sejumlah besar tentara Angkatan Darat dan beberapa personil Angkatan Udara yang masuk dengan enam jet tempur F-16 tambahan.

Pentagon, bagaimanapun, telah berulang kali menolak untuk memberikan perkiraan berapa jumlah pasukan tambahan yang ditugaskan. Pentagon juga berjanji akan lebih transparan dengan masyarakat Amerika tentang berapa banyak anggota AS yang menceburkan diri dalam bahaya perang.

 

Sumber: www.militarytimes.com