Veteran Tentara Amerika Rentan Bunuh Diri

Presiden Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif (executive order) pada hari Selasa 9 Januari 2018 lalu, untuk memperluas layanan perawatan kesehatan mental bagi para veteran yang pensiun dari dinas militer, yang mempunyai risiko lebih besar untuk melakukan bunuh diri.

Perintah tersebut secara otomatis akan mendaftarkan veteran yang meninggalkan dinas militer pada tanggal 9 Maret dan seterusnya, dengan cakupan pelayanan kesehatan mental yang komprehensif, karena pemerintah AS kini mempunyai masalah dengan kenyataan bahwa sekitar 20 veteran per hari yang bunuh diri.

Trump mengatakan bahwa rencana tersebut akan mencakup “tindakan nyata yang harus dilakukan untuk memastikan setiap veteran yang membutuhkan layanan pencegahan kesehatan mental dan bunuh diri akan segera menerimanya saat ia pensiun dari dinas militer.”

“Mereka keluar dari militer dan tidak ada yang bisa diajak berbincang, tidak ada yang bisa diajak bicara,” kata presiden. “Dan itu adalah situasi yang sangat menyedihkan, tapi sekarang kami akan merawat mereka.”

Menteri Urusan Veteran AS, David Shulkin, mengatakan tingkat bunuh diri di kalangan veteran yang pension dari dinas militer dalam setahun lalu hampir dua kali lebih tinggi daripada kalangan veteran dari dinas lainnya. “Kami fokus melakukan segala hal yang bisa kami lakukan untuk mencegah bunuh diri para veteran ini,” katanya.

Saat ini, sekitar 40 persen dari total 265.000 anggota tentara yang meninggalkan tugas aktif setiap tahun telah menerima berbagai layanan yang tersedia, kata Shulkin.

Dia menjelaskan bahwa sebelum adanya perintah Eksekutif ini, para veteran harus “berada dalam zona tempur atau layanan yang terhubung” untuk menerima layanan kesehatan mental ini. “Apa yang diminta oleh eksekutif ini adalah menyediakan layanan kesehatan mental untuk periode 12 bulan bagi semua anggota layanan yang melakukan transisi dari masa kerja aktif ke masa pensiun,” kata Shulkin.

Perluasan layanan pengobatan akan memakan biaya lebih dari 200 juta dollar AS per tahun, dan akan dianggarkan dari anggaran yang ada di Departemen Urusan Veteran dan Departemen Pertahanan, kata seorang pejabat senior pemerintah. Veteran yang menerima pemecatan akan tetap mendapatkan layanan kesehatan mental ini tetapi hanya untuk kondisi darurat, kata beberapa pejabat.

Trump mengatakan bahwa undang-undang akuntabilitas Departemen Urusan Veteran yang disahkan oleh Kongres tahun lalu adalah “salah satu hal yang paling dibanggakan.”

“Nah, ketika seseorang tidak melakukan pekerjaan apapun di departemen itu, kami akan memecat orang itu,” kata Trump. “Bila seseorang di depaartemen itu berbuat jahat terhadap veteran kita, kita akan memecat orang-orang itu. Keluarkan mereka.”

Sebagai tanggapan atas perintah tersebut, Louis Celli, direktur urusan veteran dan rehabilitasi di Lembaga Legiun Amerika, mengatakan, “Transisi dari militer ke angkatan kerja sipil merupakan tantangan bagi veteran manapun.

“Intinya, para veteran yang memasuki masa transisi mencari empat solusi dari masalah penting ini: tempat tinggal, pekerjaan pasca pensiun untuk memenuhi kebutuhan hidup, bagaimana cara mengakses perawatan kesehatan, dan bagaimana menemukan tujuan dalam kehidupan pasca-militer,” kata Celli dalam sebuah pernyataan.

“Beberapa veteran memiliki lebih banyak kesulitan dengan hal ini daripada yang lain, dan kami melihat perluasan program perawatan kesehatan mental ini menjadi bagian jaring pengaman sosial yang penting,” kata Celli.

Sumber: www.washingtontimes.com; www.military.com