Sebanyak 39% Negara di Dunia Terlibat Program Counter-Terrorism Amerika

Tahun 2001, hanya ada satu Negara sasaran GWoT: Afghanistan. Tapi di tahun 2017, ada 76 negara yang bersinggungan dengan Perang Melawan Terorisme. Setara dengan 39% dari jumlah seluruh negara di dunia.

Dari 76 negara tersebut:

7 Negara merupakan wilayah operasi drone AS: Iraq, Suriah, Afghanistan, Pakistan, Libya, Yaman, Somalia

15 negara merupakan wilayah operasi pasukan darat AS

44 negara memiliki pangkalan militer AS

58 negara terlibat dalam pelatihan kontraterorisme

Informasi tentang kegiatan kontraterorisme militer AS tidak dipublikasikan di satu tempat khusus atau dikumpulkan untuk dipublikasikan oleh Pemerintah AS. Sumber online seperti Laporan Departemen Luar Negeri AS tentang Terorisme tidak sepenuhnya transparan atau komprehensif. Peta ini didasarkan pada data negara yang dikumpulkan dari situs web pemerintah, sumber berita terkemuka, dan masukan pakar. Informasi ini dikroscek dengan publikasi Departemen Luar Negeri yang terbaru.

Peta tersebut hanya mencakup kegiatan kontraterorisme yang dilakukan antara tahun 2015 dan Oktober 2017. Ini berarti bahwa peta ini tidak mencakup semua tindakan kontraterorisme sebelumnya, seperti, misalnya, pelatihan militer AS untuk pasukan keamanan di Burundi, Gabon, Ghana, dan Liberia, yang didokumentasikan di masa lalu tapi bukan sejak 2015.

Peta tersebut tidak mencakup banyak negara tambahan di mana militer AS bergerak menuju sasaran selain kontraterorisme, seperti operasi kontra-narkotika di Amerika Tengah dan Selatan atau bantuan kemanusiaan selama epidemi Ebola di Liberia.

Selanjutnya, peta tersebut berfokus pada lanskap aktivitas militer AS pasca 9/11, tidak termasuk pertempuran melawan kelompok-kelompok seperti FARC di Kolombia, yang oleh pemerintah AS telah direklasifikasi sebagai “teroris” sejak 9/11, namun memiliki sejarah panjang sebelumnya.

Kategori “pelatihan dan  atau bantuan dalam kontraterorisme” hanya mencakup kasus di mana militer AS secara aktif membantu dan atau melatih pasukan keamanan negara-negara lain dalam memerangi terorisme. Peta tersebut tidak termasuk apa yang disebut oleh Departemen luar negeri sebagai, “kerja sama” atau “koordinasi antar negara” dengan negara lain dalam kegiatan kontraterorisme, atau bahkan kasus di mana militer AS telah menjadi konsultan bagi negara atau suatu kawasan mengenai pengembangan rencana kontraterorisme.

Dalam beberapa kasus, peran AS dalam memberi pelatihan atau bantuan adalah sangat penting, seperti misalnya mengirim ribuan tentara tempur untuk melakukan latihan dengan pasukan keamanan negara, dan dalam kasus lain, dengan menyediakan jaringan komputer untuk patroli perbatasan. Kata kunci bagi negara yang dimasukkan ke dalam peta ini adalah bahwa militer AS mengklaim bahwa tindakan tersebut untuk meningkatkan kemampuan negara tersebut dalam memerangi terorisme.

 

Sumber: http://watson.brown.edu

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *