Rumah Sakit di Gaza Berhenti Beroperasi Akibat Blokade Israel

Penundaan yang berakibat mematikan

Sembari merobohkan sistem kesehatan di Gaza, Israel juga mempersulit orang-orang Palestina untuk mencari pengobatan untuk menyelamatkan nyawa mereka ke luar wilayah yang terkepung.

Jumlah orang Palestina yang diperbolehkan masuk dan keluar dari Gaza, baik melalui persimpangan Erez, yang dikendalikan oleh Israel, dan Rafah yang berbatasan dengan Mesir, mengalami penurunan tajam pada tahun lalu.

Jumlah orang-orang Palestina dari Gaza yang keluar melalui Erez turun 50 persen pada 2017, dibandingkan dengan tahun 2016, menurut OCHA. Rata-rata hanya ada 7.000 orang keluar dari Gaza, per bulan pada tahun 2017, dibandingkan dengan lebih dari 500.000 orang per bulan sebelum tahun 2000.

Persetujuan Israel untuk memperoleh layanan medis ke luar Gaza melalui Erez turun menjadi 54 persen, turun dari 62 persen pada 2016. Ini adalah persentase terendah sejak 2006, menurut OCHA. “Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan peningkatan jumlah rujukan dan pengajuan perizinan ke rumah sakit di Tepi Barat setelah adanya kesulitan untuk melalui persimpangan Rafah,” kata badan PBB tersebut.

Pada bulan November, otoritas Hamas menyerahkan kontrol atas wilayah Palestina di perbatasan Erez ke Otoritas Palestina yang didukung oleh dunia internasional, setelah sebuah kesepakatan rekonsiliasi ditandatangani pada bulan sebelumnya.

“Sampai saat ini, perkembangan situasi ini tidak berdampak langsung terhadap lalu lintas orang-orang Palestina dari Gaza yang akan melalui perbatasan yang dikendalikan oleh Israel dan Mesir,” kata OCHA.

Dalam kebanyakan kasus, perijinan yang gagal adalah karena penundaan yang lama atau tidak adanya tanggapan, dan bukan penolakan langsung.

“Dalam situasi seperti pengobatan kanker, penundaan ijin dapat memiliki implikasi yang mengancam jiwa untuk kesehatan pasien,” kata OCHA.

Terkadang, penundaan pemberian ijin disebabkan oleh Otoritas Palestina di Ramallah: selama musim panas lalu, pemimpin otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, menjatuhkan sanksi kepada Gaza, termasuk menunda persetujuan rujukan medis ke rumah sakit di Tepi Barat, sebagai bagian dari upayanya untuk membuat HAMAS bertekuk lutut, dengan cara memperburuk penderitaan warga sipil.

Beberapa penundaan ini terbukti mematikan. Al-Haq minggu ini meminta otoritas Palestina untuk menghapus semua hambatan untuk mengakses layanan kesehatan bagi anak-anak yang bepergian dari Gaza, dan untuk memastikan bahwa kasus-kasus mendesak segera diprioritaskan.

 

Baca halaman selanjutnya: Penyangkalan Israel