Gaza, Penjara Terbuka Terbesar di Dunia

Israel bertanggung jawab atas setidaknya 54 kematian warga negara Palestina, tahun lalu, karena menolak ratusan permintaan izin medis dari penduduk Gaza yang mencari perawatan ke luar daerah yang terkepung, kata sebuah kelompok hak asasi manusia.

Dalam sebuah pernyataan bersama pada hari Selasa, Lembaga Hak Asasi Manusia Al Mezan yang berbasis di Gaza, Amnesty International, Human Rights Watch, Medical Aid for Palestinian (MAP), dan Physicians for Human Rights Israel (PHRI), menyoroti kebutuhan mendesak supaya Israel mengakhiri pengepungannya selama satu dekade di Jalur Gaza.

Pada 2017, pihak berwenang Israel menyetujui kurang dari setengah permintaan izin medis yang diterimanya, terendah sejak 2008.

Lebih dari 25.000 permintaan izin diajukan ke pihak berwenang Israel. Dari jumlah tersebut, 719 ditolak, seringkali dengan dalih keamanan.

(Baca juga: Israel Tangkap 6.000 Warga Palestina Selama 2017)

Sebanyak 11.281 pengajuan izin masih menunggu persetujuan. Ini berarti ribuan orang berada dalam keadaan terancam bahaya.

Samir Zaqout, direktur Al Mezan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tidak ada “alasan rasional yang benar-benar nyata” mengapa pasien yang membutuhkan bantuan medis mendesak tidak mendapatkan izin untuk mengakses layanan rumah sakit.

“Israel berada di bawah kewajiban hukum untuk memfasilitasi kebebasan bergerak rakyat Palestina,” katanya. “Ketika Israel memblokade wilayah Gaza, mereka tidak hanya menolak warga Gaza yang memiliki hak untuk melakukan pergerakan secara bebas, tapi juga menghukum orang sakit yang memiliki hak untuk mengakses layanan kesehatan.”

Pada tahun 2007, setelah kemenangan HAMAS dan kontrol mereka atas wilayah tersebut, Israel memberlakukan blokade darat, udara dan laut yang ketat di Gaza.

Pada tahun 2013, Mesir, yang telah menutup sebagian besar persimpangan perbatasannya dengan Gaza, memblokir terowongan yang menghubungkan Gaza dengan daerah el-Arish, Mesir. Hal ini berarti menutup satu-satunya jalan untuk pergi ke luar Gaza.

Alternatif utamanya adalah jalan melalui persimpangan Erez, perbatasan menuju ke Israel dan wilayah-wilayah jajahan lainnya.

 

Baca halaman selanjutnya: 25.000 Orang Penduduk Gaza Berada di Ujung Tanduk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *