Mimpi Buruk Baru Amerika: Islamofobia dan Kepemilikan Senjata

Sekitar pukul 2 siang pada 14 Februari lalu, seorang pria bersenjata, berusia 19 tahun menembaki mantan guru dan teman sekelasnya di Marjory Stoneman Douglas High School di Florida, menewaskan 17 orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan tersebut bukan hanya insiden serangan ke-18 terhadap sekolah di AS sejak 1 Januari, namun juga menjadi serangan sekolah yang paling mematikan, yang juga menempati posisi kesembilan paling mematikan di AS sepanjang masa.

Pukul 06:00 keesokan paginya, pria bersenjata yang melakukan penyerangan tersebut diidentifikasi sebagai Nikolas Cruz oleh pihak berwenang, dan akan dituntut dengan 17 tuntutan pembunuhan berencana. Saat motif sebenarnya sedang didalami, profil psikologis pembunuh massal mulai dimunculkan ke publik.

Ciri yang Sudah Lazim Disematkan

Pelaku digambarkan oleh mantan teman sekelas sebagai seorang yang “aneh”, dan “penyendiri”. Berita utama tentang tragedi ini mencakup semua ciri yang umum: senjata api, masalah kesehatan mental, keterkaitan dengan rasisme terang-terangan dari kelompok sayap kanan, sebuah hubungan dengan kelompok supremasi kulit putih yang mengusung kebencian terhadap umat Islam.

Selamat datang di negeri yang penuh dengan mimpi buruk…!

Sekali lagi, masih terlalu dini untuk menduga motif di pikiran si pembunuh, karena ada banyak kemungkinan, tapi tanda peringatan ada di sana.

“Banyak orang mengatakan bahwa ia akan menjadi seperti itu (menjadi pembunuh),” kata seorang siswa kepada sebuah stasiun televisi di Florida. “Banyak anak-anak melemparkan lelucon di sekitar mengatakan bahwa dia akan menjadi orang yang menembak sekolah. Semua orang sudah memperkirakannya. Ini hal yang gila.”

(Baca juga: Anggaran Pengeluaran Membengkak, Tanda Amerika Menuju Kehancuran?)

Apa yang membuat mereka memprediksi Cruz mampu melakukan kekejaman seperti itu, siswa tersebut tidak mengatakannya, tapi kemungkinan prediksi tersebut didasarkan pada Cruz yang berulang kali diskors dari sekolah sebelum akhirnya dikeluarkan. Dan kemungkinan, di media sosial, ia membual tentang kecintaannya pada senjata dan pisau, dan kebenciannya terhadap Muslim berkaitan dengan hal itu.

“Semua yang dia posting [di media sosial] adalah tentang senjata,” kata siswa itu. Sementara siswa yang lain menggambarkan Cruz sebagai seseorang yang sering mengenakan topi Trump, kaos hiper-patriotik yang “sangat ekstrem, seperti membenci Islam,” dan ia juga dikenal pernah mencemooh Muslim sebagai “teroris dan pembom”.

Pada hari Kamis, pemimpin kelompok supremasi kulit putih, Republik Florida – yang bertujuan untuk mengubah Florida menjadi negara hanya putih – mengatakan bahwa Cruz telah berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan paramiliter mereka, “dididik” oleh satu anggotanya, dan membeli Senapan serbu AR-15 dari kelompok tersebut.

 

Baca halaman selanjutnya:  Islamophobia dan Kepemilikan Senjata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *