Inilah Bukti Taliban Menginginkan Perdamaian di Afghanistan

Taliban berulang kali dituduh sebagai biang kerok kerusuhan dan penderitaan warga Afghanistan. Padahal faktanya, selama 17 tahun negara penjajah Baratlah yang menjadikan warga Afghanistan menderita. Bom, serangan udara, serbuan artileri dan pasukan dalam jumlah besar menjadikan rakyat Afghanistan menderita.

Untuk itu, Taliban mengeluarkan statemen yang pada intinya membuktikan bahwa sebenarnya Barat dan pihak penjajah enggan menjadikan Afghanistan sebagai negeri yang damai. Berikut terjemahan paparan Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengenai enggannya pihak Barat menciptakan perdamaian di Afghanistan.

—-

Selama 17 tahun, pasukan penjajah terus-menerus menuduh Mujahidin menjadi pemicu perang dan tidak menginginkan kedamaian dan stabilitas. Namun beberapa hari yang lalu ketika Imarah Islam Afghanistan, melalui sebuah surat terbuka dengan jelas berdasarkan fakta dan kenyataan, mengusulkan perdamaian dan negosiasi. Sayangnya penjajah sekali lagi bersikeras melakukan perang dan pertumpahan darah dengan mengikuti kebijakan perang mereka.

Demikian juga untuk melepaskan diri dari tanggung jawab dan tanpa alasan yang masuk akal, mereka menggunakan propaganda tak berdasar bahwa Imarah Islam Afghanistan tidak menginginkan perdamaian sedangkan Imarah Islam telah dengan jelas menyerukan perdamaian dan negosiasi di hadapan seluruh dunia.

Penjajah dan simpatisan mereka menganggap bahwa Imarah Islam Afghanistan mengangkat suaranya untuk perdamaian dan negosiasi karena kelemahan. Logika yang aneh! Sebelumnya mereka mengatakan bahwa Imarah Islam tidak menginginkan perdamaian atau negosiasi! Sekarang mereka mengatakan bahwa Imarah Islam telah melemah, takut pada pemboman Amerika dan karena itu mengangkat suara untuk melakukan perdamaian dan negosiasi !?

(Baca juga: Taliban, Si Pengubur Jurus Militer 3 Presiden Amerika)

Dengan langkah ini Imarah Islam membuktikan posisi sebenarnya dan bertanggung jawab kepada masyarakatnya dan masyarakat internasional dan membuatnya jelas bagi semua orang tentang siapa yang benar-benar menginginkan perdamaian dan stabilitas dan siapa yang menentangnya.

Penjajah dan pengikut mereka harus tahu bahwa sepanjang sejarah, bangsa Afghanistan tidak pernah takut pada siapapun. Mereka adalah bangsa yang membungkam para penindas. Setiap agresor dan penjajah berhasil mereka pukul.

Imarah Islam Afghanistan percaya bahwa, jika para penjajah dan penindas berpikir bahwa dengan serangan udara dan penggunaan kekuatan mereka bisa memaksa bangsa Afghanistan untuk menerima perbudakan dan melepaskan tuntutan mereka, pemikiran mereka pastinya belum matang. Serangan dan pertempuran bukanlah solusi. Tujuh belas tahun terakhir telah membuktikan segalanya.

Jika penjajah terus membunuh orang-orang Afghanistan dan menghancurkan negara mereka, maka dengan mudah dan akhirnya mereka akan menggali kuburan mereka dengan tangan mereka sendiri, di Afghanistan, negeri kuburan bagi imperium besar.

 

Sumber:  alemarah

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *