PBB: Serangan Rusia dan Amerika Sebabkan Kematian Massal Sipil di Suriah

Penyelidik PBB ​​memperingatkan pembunuhan sipil massal merupakan kejahatan perang.

Penyelidik kejahatan perang PBB telah mengeluarkan sebuah pernyataan pada hari Selasa (6/3) sehubungan dengan kematian warga sipil Suriah pada tahun 2017. AS dan Rusia membunuh banyak warga sipil selama setahun terakhir dalam serangan udara.

150 warga sipil tewas dalam serangan udara AS terhadap sekolah ini di Raqqa

Laporan tersebut juga mencatat kejahatan perang oleh ISIS, al-Qaeda, dan kelompok lainnya, dan juga pemerintah Suriah. Ia menyoroti banyak serangan oleh AS dan Rusia bahwa “dapat menyebabkan kejahatan perang karena melancarkan serangan tanpa pandang bulu yang mengakibatkan kematian dan luka pada warga sipil .”

(Baca juga:   Pembantaian Ghouta: 674 Warga Terbunuh dalam 14 Hari Serangan)

Di antara insiden yang disebutkan dalam pernyataan tersebut adalah serangan Rusia di Atareb pada bulan November, yang menewaskan sedikitnya 84 orang, bersamaan dengan tiga serangan udara AS di sebuah sekolah di dekat Raqqa pada bulan Maret yang menewaskan 150 warga sipil.

laporan PBB yang mengkonfirmasi bahwa 150 warga sipil yang tewas dalam serangan di AS sangat penting, karena ketika sebelumnya ada laporan korban tewas dalam jumlah seperti itu, Pentagon telah menyangkalnya, dan mengklaim tidak lebih dari 30 orang tewas dalam insiden tersebut.

Laporan tersebut juga membantah klaim AS bahwa pejuang ISIS berada di sekolah saat diserang, dengan mengatakan bahwa tidak ada bukti tentang hal ini, dan bahwa AS telah melanggar hukum internasional karena tidak melindungi warga sipil yang mengungsi yang diketahui berada di sekolah pada saat itu .

(Baca juga:  Serangan Rezim Suriah di Ghouta tak Berperikemanusiaan)

Meskipun mereka (tim PBB) adalah penyelidik kejahatan perang, tapi mereka bukanlah pengadilan yang diberi wewenang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kesimpulannya, kejahatan perang yang dilakukan Rusia dan AS, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, akan menjadi hal yang mustahil bagi PBB untuk melakukan sesuatu.

 

 

Sumber: antiwar

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *