Warga Afghan Menentang Pemerintah Bentukan AS

Sejak minggu lalu orang-orang bangkit di berbagai belahan negara melakukan demonstrasi menentang tindakan keras rezim Kabul yang didukung AS. Orang-orang meningkatkan suara mereka melawan penindasan melalui demonstrasi-demonstrasi.

Orang-orang Khost dan provinsi Ghazni telah memblokir jalan-jalan dan para tetua di distrik Omna berkumpul dan memberi tahu media bahwa mereka telah muak dengan kekejaman militer yang didanai pemerintah. Mereka mengatakan kepada media bahwa jika tuntutan mereka tidak dipenuhi maka mereka juga akan memulai demonstrasi.

(Baca juga: Daftar Kejahatan Amerika dan Sekutunya Selama Februari di Afghanistan)

Setelah pembunuhan warga sipil oleh tentara bentukan AS di desa Sherabad di distrik Qarabagh di Ghazni, penduduk setempat berkumpul dalam jumlah besar di pusat provinsi Ghazni. Mereka telah memblokir jalan raya Kabul-Kandahar, dan mendirikan tenda untuk menuntut keadilan dan mengakhiri kekejaman yang dilakukan oleh tentara yang didanai pemerintah.

Pasukan pemerintah justru menembakkan senjata api sembarangan pada malam hari untuk mengakhiri demonstrasi secara paksa. Penembakan ini mengakibatkan banyak warga sipil terluka dan tenda mereka terbakar.

Di provinsi Khost dalam insiden kejam (yang didanai CIA) telah membunuh 7 orang dalam satu keluarga dan juga membunuh 4 orang lainnya. Insiden tersebut mendorong rakyat untuk melancarkan sebuah demonstrasi. Mereka berusaha membubarkan demonstrasi bukan mendengarkan tuntutan rakyat. CIA juga melatih ‘orang-orang bersenjata’ menyerang dan menggerebek sebuah Madrasah dan memukuli siswa serta menahan banyak penghuni Madrasah tersebut. Mereka juga telah melakukan penghujatan dengan merobek buku-buku dan teks keagamaan.

Peristiwa semacam itu terjadi setiap hari di Afghanistan, terutama terulangnya kejadian ketika penjajah asing menyerbu rumah warga sipil di malam hari. Mereka membombardir warga sipil setiap hari, mereka juga mencuri, menjarah dan menyiksa warga sipil. Mereka telah membuka babak baru, pembunuhan tanpa pandang bulu dan tidak ada orang yang akan mendengarkan keluhan para korban.

Ketika kejadian Khost terjadi dan rakyat turun ke jalan, pemerintah daerah rezim boneka segera mengatakan bahwa mereka tidak memiliki wewenang. Masalah tersebut sampai ke tangan seorang pejabat rezim Ghani dan mereka mengirim seorang penasihat, Asadullah Fida tetapi ia tidak mendapat izin untuk melakukan penyelidikan atas kekejaman ‘tentara’ yang dilatih CIA. Ini berarti bahwa operasi yang kejam berpura-pura berada di bawah komando rezim boneka Kabul, namun kenyataannya, dikendalikan oleh Pentagon.

Sumber: alemarah