Analisa Taliban saat Pemerintah Indonesia Menunda Pertemuan Ulama Dunia

Taliban merilis seruan kepada ulama-ulama internasional agar memboikot pertemuan yang dirancang untuk membenarkan penindasan kepada rakyat Afghanistan. Pertemuan itu diindikasikan akan diadakan di Indonesia. Namun setelah berjalannya waktu, pertemuan itu ditunda untuk beberapa saat.

Menanggapi hal tersebut, Taliban kembali merilis pernyataan. Berikut pernyataan resmi Taliban yang dimuat di laman alemarat:

Pemerintahan boneka AS yang berbasis di Kabul, yang ilegal dan dipaksakan oleh penjajah di negara Afghanistan, dianggap sebagai pemerintahan yang paling korup, ilegal dan stagnan di semua aspek.

Baru-baru ini ada usaha yang diprakarsai AS dan rezim Kabul, untuk mengadakan sebuah pertemuan politik dan intelijen tetapi menampilkannya di publik sebagai konvensi ulama. Alasan pertemuan tersebut adalah untuk menghentikan jihad yang dilakukan oleh rakyat Afghanistan terhadap penjajah yang menduduki tanah air mereka. (Baca artikel terkait: Taliban Seru Ulama Dunia Boikot Konferensi yang Menihilkan Perjuangan Rakyat Afghanistan)

Pejabat pemerintahan boneka Kabul meminta pemerintah Indonesia untuk mengadakan pertemuan para Cendekiawan Muslim dimana mereka berusaha memberikan legitimasi terhadap invasi Amerika ke Afghanistan dan memberi label terhadap perlawanan dan Jihad rakyat Afghanistan sebagai tindakan ilegal dan tidak sah.

Menanggapi permintaan tersebut, pemerintah Indonesia telah menegaskan bahwa pihaknya akan mengadakan sebuah pertemuan yang diminta. Namun seorang diplomat Indonesia dalam pertemuan ini, Mohiuddin Junaidi, menyatakan bahwa, mungkin Taliban telah menerima informasi yang salah mengenai tujuan dari pertemuan ini. Yang ingin kita lakukan hanyalah berbagi pengalaman dengan rakyat Afghanistan dalam membangun perdamaian dan mencapai rekonsiliasi di Afghanistan melalui pertemuan tersebut dan mendengarkan keluhan mereka.

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri Indonesia juga mengatakan bahwa mereka telah menerima surat dari Taliban dan akan mempertimbangkannya. saat ini pertemuan yang rencananya akan diadakan pada tanggal 15 dan 16 Maret, telah ditunda.

Pemerintah Indonesia kemungkinan besar menerima permintaan pemerintahan Kabul atas dasar niat tulus mereka untuk rakyat Afghanistan. Kemungkinan besar mereka tidak akan pernah melangkah maju untuk bekerja sama dengan para penjajah dan boneka mereka melawan perjuangan Jihadis – sebagai sebuah ekspresi kebebasan orang-orang Afghanistan – yang merupakan permintaan resmi dalam surat yang disampaikan oleh Emirat Islam atas nama bangsa Afghanistan.

Keinginan pejabat pemerintahan boneka Kabul untuk memutarbalikkan perintah dan fatwa keagamaan seperti Jihad karena keinginan jahat tuan mereka dengan cara menyalahgunakan dan memanfaatkan para ulama Islam tidak akan pernah tercapai. Mereka tidak dapat membatalkan atau mengganggu perintah keagamaan melalui pengelolaan dan pengorganisasian pertemuan politik dan intelijen semacam itu.

Saat ini dan sejak dahulu kala, jihad Afghanistan dideklarasikan dan dijalankan sesuai dengan dalil-dalil syar’i  (hukum Islam) dan putusan (fatwa) para ulama. Ini akan membuktikan bahwa tidak mungkin bagi rezim Kabul dan pendukung mereka dari seluruh dunia untuk membuat keraguan di benak kaum Muslim tentang keabsahan Jihad yang dilancarkan rakyat Afghan untuk mengusir penjajah.

 

 

Sumber: alemarah-english

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *