Sikap Ambigu Amerika di Afghanistan

James Norman Mattis, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, diam-diam tiba di Afghanistan jumat (16/3) anehnya media dilarang melaporkan apapun tentang perjalanannya ke Afghanistan.

Mattis datang ke Bagram untuk mendukung secara moral pasukan Amerika dan pemerintah lokal yang telah melakukan peperangan hampir 17 tahun di Afghanistan. Secara lahiriah dia menyatakan kepada media bahwa tujuannya mengunjungi Bagram Afghanistan secara diam-diam karena dia menerima informasi bahwa kelompok Taliban bersedia menyerahkan diri mereka ke pemerintah Kabul.

(Baca juga: Mengapa Taliban Mengajak Dialog Dengan Amerika, Bukan Rezim Kabul?)

Selain pernyataan James N. Mattis, beberapa jaringan media telah melaporkan pernyataan kontroversial Jenderal Nicholson di mana dia mengatakan bahwa sekarang adalah kesempatan bagi Taliban untuk menerima tawaran perundingan Ashraf Ghani, jika tidak mereka akan dimusnahkan. Dia menambahkan bahwa dalam upaya untuk melindungi penduduk Kabul dan orang asing dari Taliban, mereka akan membuat lebih banyak pos pemeriksaan di sekitar Kabul.

Di sisi lain, Donald Trump selama kunjungannya ke pangkalan militer di Amerika Serikat jumat lalu juga mengatakan: Kami akan secara paksa membawa perdamaian di dunia, kami akan menyingkirkan mereka yang melawan dan akan menang di Afghanistan. Dia menambahkan bahwa: Saya telah benar-benar memberdayakan komandan saya, mereka akan membawa perdamaian di Afghanistan.

Mendengar pernyataan penjajah Amerika tersebut, tampaknya mereka tidak menyadari kenyataan di Afghanistan atau menipu diri mereka sendiri. Mereka mengucapkan pernyataan semacam itu sambil terus berperang sambil memberi tawaran perdamaian, yang kemudian mempersulit situasi dan bukannya menyelesaikannya. Mereka masih menekankan pada intensifikasi perang dan meningkatkan serangan udara sembarangan meskipun mereka belum menghasilkan hasil positif setelah 17 tahun perang terus menerus.

Secara khusus, dengan strategi perang terbaru Trump, seluruh dunia bisa menyaksikan Mujahidin menewaskan lusinan tentara lokal dan Barat dalam berbagai serangan taktis setiap hari dan masih mengambil kendali atas distrik, pangkalan militer, dan pos-pos pemeriksaan militer dari musuh mereka. Rangkaian kemenangan Mujahidin ini berlangsung bahkan sebelum mereka mengumumkan dan memulai operasi tempur mereka secara resmi.

(Baca juga: Taliban Seru Ulama Dunia Boikot Konferensi yang Menihilkan Perjuangan Rakyat Afghanistan)

Kedua, mereka membuat komentar yang sangat ambigu dalam platform perdamaian yang tidak masuk akal. Amerika, bukannya mempertimbangkan resolusi damai yang ditawarkan oleh Imarah Islam Afghanistan, namun sebaliknya menyajikan rumor palsu, yang menyatakan bahwa beberapa kelompok Taliban telah menyatakan kesediaan untuk menyerah kepada pemerintah Kabul.

Apakah ini sebuah propaganda intelijen dan rencana jahat setan untuk memecahkan masalah Afghanistan? tentu saja tidak, Kenyataan sebenarnya adalah bahwa para pejabat Amerika sedang ditipu oleh pemerintahan Kabul, dan jika mereka benar-benar ingin mengakhiri perang ini dan berhenti menindas orang-orang Afghanistan yang tidak bersalah, mereka harus mempertimbangkan dan memberikan pemikiran serius terhadap usulan yang masuk akal dari Emirat Islam.

Kai Aage Eide, perwakilan khusus PBB untuk Afghanistan, menanggapi keinginan Taliban mengatakan: “permintaan Taliban untuk bernegosiasi langsung dengan Amerika adalah rasional dan logis karena strategi militer dibuat di Washington, Amerika”. Dia menambahkan bahwa Amerika memiliki kehadiran dan campur tangan yang luas di Afghanistan, dan pemerintah Afghanistan saat ini ada karena kehadiran dan keterlibatan Amerika Serikat dalam urusan Afghanistan.

Namun, terlepas dari semua fakta ini, para jenderal Amerika dan pejabat politik mengabaikan fakta dan tidak memiliki kemampuan untuk melihat dan memahami situasi di Afghanistan. Jika mereka menekankan pada kebrutalan, serangan udara dan berdiplomasi dengan pernyataan irasional, mereka harus menyadari fakta bersejarah bahwa orang Afghanistan tidak pernah menyerah kepada pasukan penyerbu asing.

Mereka seharusnya tidak bergantung pada kerjasama dengan beberapa orang yang bisa dibeli karena mereka pasti akan ditarik ke dalam lubang kekalahan gelap bersama dengan boneka mereka. Dan itu bukan masalah besar bagi Allah.

Sumber: https://alemarah-english.com/?p=26675

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *