Al-Qaeda Kembali Suarakan Amerika Sebagai Musuh Utama Umat Islam 

As-Sahab, devisi media Al-Qaeda Pusat terus merilis pesan dari Ayman Zawahiri. As-Sahab memposting dua diskusi dari pemimpin al Qaeda dalam beberapa hari terakhir. Dalam pesan terbaru yang disebarluaskan secara online kemarin (20 Maret), Zawahiri mengingatkan bahwa organisasinya tetap menjadikan Amerika sebagai musuh utama umat Islam di seluruh dunia.

Zawahiri memulai pesannya dengan mengatakan bahwa Presiden Trump adalah “Tentera Salib tidak tahu malu” yang telah “mengungkapkan wajah Amerika yang sebenarnya, dan psikologi sejati mayoritas rakyat Amerika terhadap umat Islam.” (Baca juga:  Taliban: Trump Membuka Semua Topeng Amerika di Afghanistan)

“Kebijakan Amerika dan presidennya Si Salibis yang lalim—yang tidak diragukan lagi—telah mengklarifikasi bahwa cara yang efektif dalam menghadapi agresinya adalah melalui cara dakwah dan jihad,” lanjut Zawahiri.

Dia mengatakan bahwa Bin Laden telah mengtahui hal itu selama ini. “Sebagai pendiri al Qaeda, ia berulang kali dan terus menerus meyakinkan [umat] bahwa musuh utama mereka adalah Amerika, yang merupakan “kepala ular”—deskripsi bagi umum AS yang digunakan oleh  Pemimpin al-Qaeda sejak 1990-an.” (Baca juga:  Membedah Blueprint Strategi Al-Qaidah Kalahkan Amerika)

Lebih lanjut, menurut Zawahiri, Bin Laden menegaskan bahwa “permusuhan antara [Amerika] dan Muslim adalah permusuhan yang pada intinya bersifat keagamaan (ideologis),” karena ini benar-benar contoh dari permusuhan “antara Materialis-Salibis-Sekuler-Barat” dan komunitas dunia Muslim yang merupakan umat Nabi Muhammad.

Bin Laden “tidak puas dengan” hanya menyatakan Amerika sebagai musuh utama umat Islam. Ia juga memberikan “contoh praktis untuk umat Islam dan menerangkan bahwa memukul Amerika itu mungkin.”

Zawahiri lalu beralih menyebutkan daftar serangkaian serangan organisasi Bin Laden yang dilakukan terhadap sasaran-sasaran Amerika, termasuk: pemboman tahun 1992 di hotel-hotel di Aden, Yaman, episode Blawkhawk Down 1993 di Somalia, pengeboman Kedubes Amerika di Kenya dan Tanzania tahun 1998, dan pemboman kapal perang USS Cole, serta operasi istisyhadiyyah 9/11.

“Saudara-saudaranya menyerang Amerika di Aden, kemudian di Somalia, Nairobi dan Darus Salaam, kemudian di Aden lagi dengan serangan yang menghancurkan terhadap USS Cole, kemudian terjadilah penaklukan terbesar di tanah air Amerika (serangan 9/11),” kata Zawahiri.

Pemimpin al-Qaeda mencoba untuk menggalang jihadis dan umat Islam lainnya pada ide untuk menyerang Amerika. “Mujahidin fi sabilillah akan mengalahkan Amerika—dengan izin Allah. Para ulama yang mengamalkan ilmunya dan para dai yang tulus” dan umat akan bersatu di bawah bendera Tauhid” lanjut Zawahiri. “Wahai saudara-saudara kami  se-Islam! Mari kita berjihad melawan Amerika di mana pun  (mereka berada) sebagaima mereka memusuhi kita di mana pun. Mari kita bersatu dalam menghadapinya bukan bercerai berai; bersatu bukan berpisah-pisah; dan bersatu bukan terpisah-pisah.”

Zawahiri mengatakan “tujuan jihad kita adalah mengembalikan Khilafah Rasyidah” dan semua wilayah yang pernah dikontrol oleh Muslim dari Yerusalem hingga Spanyol masih “milik kita.” Tentu saja, ini tidak berarti al Qaeda berpikir Abu Bakar Baghdadi (pimpinan Islamic State, IS) adalah jawabannya. Al Qaeda menganggap proyek khilafah Al-Baghdadi sebagai tidak sah, dan dua organisasi jihadis tersebut telah saling menyerang sejak 2014.

 

Baca halaman selanjutnya: Al-Qaeda Mengkritik Negara Islam (ISIS)

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *