Ini Video Bukti Kekejian Sniper Israel Terhadap Sipil Gaza

Video ‘mengerikan’, para prajurit Israel berteriak kegirangan setelah menembak warga Palestina yang tidak bersenjata di Gaza

Setelah enam wartawan dan tiga puluhan warga Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel selama demonstrasi anti-pendudukan di Gaza, video terbaru dari seorang penembak jitu (sniper) Israel yang sedang menembak seorang pria Palestina yang tidak bersenjata muncul untuk pertama kalinya di media sosial twitter pada hari Senin (9/4), memberikan tambahan bukti, bahwa pembunuhan warga sipil sengaja dilakukan Israel “tidakan yang rutin dilakukan tentara Israel”

Video ini difilmkan oleh seorang tentara Israel, video tak bertanggal tersebut menunjukkan seorang lelaki tak bersenjata yang berdiri di dekat pagar yang memisahkan Israel dan Gaza .

Setelah Sniper menembak lelaki di dalam pagar Gaza tersebut, salah satu serdadu berteriak kegirangan “yes (ya)” dan “son of bitch (bajingan)” saat orang-orang bergegas menuju tubuh yang terkulai tersebut.

Link Video: https://t.co/JM7qV0wvwY pic.twitter.com/6Hs8byXkIJ

Menanggapi video yang memicu kemarahan tersebut, karena mulai menyebar di Twitter Senin (9/4) lalu, Direktur Eksekutif Kampanye Hak Asasi AS Yousef Munayyer mencatat bahwa “Video ini menunjukkan satu tindakan individu serdadu, namun dimungkinkan tindakan kriminal itu atas perintah dari atasannya. Sebuah tindakan kriminal, menggunakan senjata mematikan terhadap pengunjuk rasa tak bersenjata yang menyebabkan ratusan orang tertembak. “

(Baca juga:  Pembantaian Apapun, Israel Tetap Kebal Hukum dan Kritik)

Seperti yang dilaporkan Common Dreams , kelompok hak asasi manusia terkemuka yang bermarkas di Yerusalem, B’Tselem, mengajukan protes pekan lalu; tentara Israel “berhak untuk menolak mematuhi” perintah “ilegal”, menembak warga sipil tak bersenjata.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Ayman Odeh – pemimpin Gabungan, sebuah aliansi dari empat partai yang didominasi orang Arab di parlemen Israel – video terbaru dari tentara Israel membantai seorang warga sipil sangat “mengerikan” dan mengatakan “tentara yang ditembak harus diadili, tapi siapa pun yang memberi perintah untuk menembak demonstran tak bersenjata adalah orang yang lebih berbahaya.”

Pasukan Israel, Israel Defense Forces (IDF) mengumumkan bahwa insiden itu sedang “diteliti” dan “diselidiki” setelah video itu muncul.

Demonstrasi Jumat lalu – yang sebagian besar merupakan aksi pembakaran ban, membaca pernyataan dan tuntutan dan doa – adalah bagian dari enam minggu demonstrasi yang direncanakan berjudul “Great March of Return.” Menurut kementerian kesehatan Gaza, setidaknya 30 orang Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel selama dua minggu terakhir.

Human Rights Watch mengecam pembunuhan dan menyebutnya sebagai tindakan yang “melanggar hukum”.

(Baca juga:  Hadapi Aksi Damai Palestina, Israel Bolehkan Bunuh Demonstran)

Senin pagi, The Intercept ‘s Glenn Greenwald berpendapat bahwa insiden mengerikan serupa dengan yang digambarkan dalam video terbaru sudah sering terjadi – seperti ketika militer Israel membantai dengan cara menembaki anak-anak yang sedang bermain sepak bola di pantai Gaza pada tahun 2014 – hal menunjukkan bahwa “sekarang waktunya untuk mengakui dan menerima realitas tentang Israel.”

“Apapun yang orang Amerika dan Eropa pikirkan tentang Israel di masa lalu, yang menganggap Israel adalah benteng demokrasi liberal di Timur Tengah, bahwa negara itu dikelilingi oleh musuh brutal primitif, sekarang semuanya terbukti hanya sekedar propaganda, fakta yang jelas sekarang adalah bahwa Israel adalah sesuatu yang sangat berbeda dari semua itu, “kata Greenwald. “Dan bahkan orang-orang yang pernah percaya, sekarang mulai melihat fakta bahwa Israel adalah negara apartheid, penipu, dan teroris.”

Greenwald melanjutkan:

“Semua orang Barat yang suka berkeliling mengkapanyekan intervensi kemanusiaan, Barat perlu menghentikan Assad, Barat perlu menghentikan Gaddafi, Barat harus menghentikan Saddam Hussein. Pertanyaannya sekarang adalah, Tidakkah Barat lebih perlu untuk menghentikan pemerintah Israel? Paling tidak, berhenti mempersenjatai dan mendanai dan mengirimkan bantuan intelijen dan memberikan perlindungan diplomatik? Karena pemerintah-pemerintah Barat yang melakukan itu, yang dipimpin oleh Inggris dan Amerika Serikat, sangat terlibat dalam segala hal yang telah dilakukan terhadap orang-orang Palestina, yang merupakan kejahatan perang dan, semakin apartheid, dan genosida.”

 

Sumber:  commondreams

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *