Pentagon Sembunyikan Jumlah Pasukan AS di Irak, Suriah, dan Afghanistan

Setelah berbulan-bulan tidak diupdate, Pentagon akhirnya merilis laporan kuartal jumlah pasukan yang ditugaskan di luar negeri.

The Defense Manpower Data Center (DMDC), Pusat Data Tenaga Pertahanan selama bertahun-tahun telah melaporkan secara berkala tiga bulanan jumlah pasukan yang bertugas aktif, pasukan Garda Nasional dan pasukan Cadangan yang ditugaskan ke masing-masing negara bagian dan ditempatkan di setiap negara di luar negeri.

Ketika ditanya minggu lalu mengapa laporan kuartalan untuk bulan Desember 2017 masih belum diposting, seorang pejabat pertahanan mengatakan, “DMDC saat ini memperbarui kebijakan mereka mengenai data laporan-laporan ini. ”

(Baca juga: Arogan dan Minim Pengetahuan, Pompeo-Bolton Perparah Kekalahan AS)

Pentagon biasanya melaporkan data setiap kuartal tiga bulanan setelah kuartal berakhir. Anehnya dalam Laporan Desember, Pentagon mengosongkan data jumlah tentara di Irak, Suriah dan Afghanistan.

Sebuah tanda bintang di bagian bawah berbunyi, “Dengan operasi yang sedang berlangsung, setiap pertanyaan mengenai jumlah kekuatan personel DoD dialihkan ke OSD Urusan Publik atau Kepala Staf Gabungan.”

Mereka juga menghapus data Irak, Suriah dan Afghanistan dari laporan September yang dirilis sebelumnya, dengan alasan yang sama.

Data bulan September sebelum dihapus

Data bulan September setelah dhapus

Departemen Pertahanan sekarang telah menghapus laporan triwulan sebelumnya dari situs web. Tahun-tahun sebelumnya, database adalah cara untuk memberikan beberapa transparansi tentang jumlah pasukan yang terlibat dalam perang melawan IS di Irak dan Suriah, ketika Pentagon tidak menyediakannya.

Pentagon hanya mengatakan ada sekitar 5.200 pasukan di Irak, sebuah angka yang tidak berubah dalam lebih dari satu tahun.

 

 

Sumber:  militarytimes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *