Amerika yang Membantai, Taliban yang Dituduh

Presiden Amerika Trump telah mengarahkan pasukan mereka untuk secara sembarangan membunuh kawan-kawan dan kerabat dari orang-orang Afghan yang melawan pasukan Amerika.

Perilaku ini merupakan pelanggaran yang jelas dan serius terhadap semua konvensi, perjanjian, norma dan perjanjian hak asasi manusia lainnya.

Itu sudah dan berulang kali dimanifestasikan oleh Imarah Islam bahwa pasukan Amerika dan tentara lokal yang mereka latih telah dengan sengaja menyerang, membunuh dan melukai orang-orang sipil selama 17 tahun terakhir, dan kejahatan ini tak henti-hentinya dilakukan. Tetapi sangat disesalkan bahwa Mujahidin dituduh bertanggung jawab atas sebagian besar korban sipil dan korban jiwa oleh LSM-LSM internasional dan organisasi hak asasi manusia lainnya, dan laporan yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya tersebut telah diterbitkan secara berkala.

Ketika pasukan Amerika secara terang-terangan memerintahkan dan diarahkan oleh Presiden Amerika, Trump, untuk membantai rakyat sipil, itu membuktikan bagaimana pasukan pendudukan Amerika dan para pemimpin mereka acuh tak acuh, mengabaikan kemanusiaan karena mereka menganggap membunuh orang-orang biasa yang tidak bersalah merupakan masalah yang tidak perlu dirisaukan.

Menurut kami, fenomena dan persepsi ini diprovokasi dan dipicu oleh semua laporan yang diterbitkan oleh hak asasi manusia dan organ internasional lainnya di mana upaya telah dilakukan untuk membebaskan pasukan Amerika dari segala tuduhan kejahatan, dan proses ini terus berlanjut.

Imarah Islam, melalui departemen untuk Pencegahan Kerugian Sipil dan Korban, mengajukan klarifikasi berikut untuk menjelaskan pada organisasi-organisasi kemanusiaan, untuk memenuhi tanggung jawab mereka.

  • Otoritas Amerika harus dimintai klarifikasi tentang tingginya kasus pasukan yang diarahkan untuk membunuh keluarga orang-orang yang melawan AS secara sembrono, termasuk wanita dan anak-anak yang jelas orang sipil.
  • Jika kejahatan ini terus dilakukan oleh pasukan Amerika di masa depan, semua organisasi hak asasi manusia internasional dan organ lainnya harus mengambil sikap yang jelas terhadap mereka.
  • Sambil menyusun dan merilis laporan tentang kerugian dan korban manusia, organisasi yang bersangkutan harus mematuhi aturan dasar ketidakberpihakan dan harus menghindari kemungkinan kejahatan terulang dengan membebaskan mereka dari tuduhan kejahatan sebagaimana sebelumnya terjadi.

 

Departemen untuk Pencegahan Korban Sipil Imarah Islam Afghanistan

 

Sumber:  alemarah