Imarah Islam Afghanistan Secara Resmi Luncurkan Operasi Jihad Al-Khandaq

 

Imarah Islam Afghanistan atau yang lebih dikenal dengan nama Taliban kembali meluncurkan operasi barunya. Operasi dengan nama Al-Khandaaq ini diharapkan akan mampu menggempur penjajah asing dan mengembalikan kemuliaan umat Islam di Afghanistan. Taliban secara kontinu melancarkan operasi-operasi jihad dengan menempatkan target-target tertentu. Dan mereka akan merealisasikan janji tersebut dalam setiap operasi yang digulirkan.

Berikut terjemahan lengkap pernyataan resmi Imarah Islam Afghanistan mengenai Operasi Jihad Al-Khandaq:

 

 

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu menambah keimanan dan keislaman mereka. (Q.S. Al-Ahzab: 22)

 

Umat Mujahid kami yang terhormat!

Anda menyadari bahwa beberapa wilayah tanah air kami yang tercinta masih berada di bawah pendudukan kufur penjajah Amerika dan pasukan sekutu mereka.

Perbedaannya adalah bahwa pada tahun-tahun pendudukan sebelumnya, terutama Mujahidin, warga sipil, dan daerah pedesaan menjadi target utama serangan udara dan darat dari pasukan pendudukan asing. Namun, sekarang masjid, pusat pendidikan agama, dan para siswanya yang tidak bersalah telah ditambahkan ke dalam daftar dan pemboman sembarangan atas madrasah diniyyah di distrik Dast-i-Archi, sebuah distrik di Provinsi Kunduz, sebagai contoh nyata.

Kelanjutan perlawanan Jihadi yang sah terhadap penjajah asing dan para pendukung internal dan eksternal mereka dianggap sebagai kewajiban syar’i, moral, dan jaminan keamanan oleh Emirat Islam Afghanistan, yang merupakan kekuatan pembela terhadap nilai-nilai luhur dari agama kita yang suci, Islam, sekaligus integritas teritorial tanah air kita. Seperti pada masa lalu, tahun ini juga, dalam rangka kegiatan militer yang terkoordinasi dan terorganisasi dengan baik, Operasi Jihad Al-Khandaq diluncurkan atas dasar sejumlah pertimbangan berikut:

  • Baik daratan maupun angkasa kami berada di bawah kendali pasukan pendudukan asing dan kesucian agama kami serta orang-orang tak berdaya yang menjadi sasaran tanpa pandang bulu. Ulama, murid-murid penghafal Al-Quran, para kepala suku, dan masyarakat Afghanistan menjadi korban dan gugur sebagai syuhada. Seisi perkotaan, pusat-pusat kesehatan, tempat-tempat suci, ladang-ladang hijau, dan perkebunan yang bersemi dihancurkan. Ribuan warga setempat yang tak bersalah dipenjara dan para pejabat yang menjadi antek rezim boneka benar-benar tidak berdaya dalam menghambat kebrutalan para penjajah Amerika. Mereka justru berkolaborasi dengan mereka dengan memikul kejahatan pasukan pendudukan asing dalam banyak kasus.
  • Selain mempertahankan pendudukan tidak sah yang sedang berlangsung, strategi perang Trump yang baru saja diadopsi telah diterapkan dengan kejam di desa-desa dan daerah pedesaan melawan orang-orang Afghan kita yang tertindas selama sembilan bulan terakhir. Ribuan pasukan asing tambahan sedang dikerahkan di Afghanistan dan mereka dipasok dengan senjata penghancur baru dan otoritas militer yang luas.
  • Keberadaan sejumlah pangkalan Amerika yang dibentuk di bawah ‘Perjanjian Stratejik’ antara penjajah Amerika dan rezim boneka di Kabul adalah alasan yang mana Amerika menyabot semua peluang perdamaian sekaligus memainkan peran penting dan menentukan dalam mengintensifkan dan memperpanjang perang yang sedang berlangsung di Afghanistan, sementara menolak kebijakan Emirat Islam untuk negosiasi damai.
  • Selain anarki merata yang berlangsung di daerah-daerah yang dikuasai oleh penjajah Amerika dan pemerintah antek mereka di Kabul, sejumlah bukti dan pusat-pusat rahasia untuk kecabulan, alkohol, film amoral, ajakan untuk menyingkirkan agama, dan berbagai kegiatan tidak syar’i lainnya terus berjalan.

Di atas ambisi agresif, ideologis, dan tak bermoral tuan mereka Amerika, upaya menipu diluncurkan oleh para pejabat yang tidak efektif dan korup dari rezim boneka, baik di dalam maupun di luar negeri, yang hakikatnya hanyalah konspirasi yang diatur oleh penjajah asing untuk melemahkan, menghancurkan, dan akhirnya memadamkan perlawanan syar’i bangsa Afghan yang sedang berlangsung. Jadi, bukan usaha untuk mengakhiri perang dan memulihkan perdamaian abadi.

Usaha utama mereka adalah membelokkan opini publik dari pendudukan asing yang tidak sah atas Afghanistan, karena Amerika tidak memiliki niat serius atau tulus untuk mengakhiri perang. Sebaliknya, mereka ingin mengintensifkan dan memperpanjang perang dengan menjadikan Afghanistan serta seluruh wilayahnya dalam kobaran api, sekaligus mengamankan peluang bagi pengaruh dan campur tangan mereka pada masa yang akan datang.

Oleh karena itu, ajaran Islam dan ayat-ayat eksplisit dari Al-Qur’an memrintahkan dan memaksa umat Islam mengambil sikap timbal balik untuk membela akidah dan negeri mereka serta mengalahkan agresi musuh yang kafir.

Allah عز وجل berfirman:

Oleh sebab itu, barang siapa menyerang kamu maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Al-Baqarah: 194)

Sesuai dengan perintah Al-Quran tersebut dan dalam rangka membela nilai-nilai keislaman kita, tanah air kita, dan hak-hak rakyatnya yang dilanggar, Emirat Islam meluncurkan Operasi Jihad Al-Khandaq tahun ini dengan pertolongan Allah عز وجل kemudian dengan dukungan mutlak dari bangsa Muslimnya dalam melawan pasukan pendudukan asing dan pendukung mereka di dalam negeri.

Tahun ini operasi jihadi disebut sebagai Operasi Al-Khandaq dengan optimisme karena situasi Jihadi yang sedang berlangsung menyerupai kondisi pada masa awal Islam, ketika berbagai konfederasi musuh-musuh Islam—setelah kalah telak dalam Perang Badr—membentuk koalisi di bawah berbagai spanduk pada tahun kelima Hijriah serta memutuskan untuk menggunakan kekuatan dan mengobarkan perang untuk menghancurkan negara Islam di Al-Madinah Al-Munawwarah. Namun, bertolak belakang dengan semua harapan mereka, hasil invasi besar pasukan kafir yang dikenang sebagai ‘Pertempuran Ahzab’ atau ‘Pertempuran Khandaq’, benar-benar diubah oleh Allah سبحانه وتعالى. Alih-alih memusnahkan umat Islam, ‘Pertempuran Khandaq’ terbukti menjadi kekalahan yang menentukan bagi pasukan kafir, karena mereka kehilangan semua harapan untuk menyerang kota suci Madinah.

Dan Nabi kita (shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas beliau dan keluarganya) pernah mengatakan bahwa mulai sekarang kita akan menyerang mereka dan mereka tidak akan bisa menyerang kita. Ini adalah awal dari kemenangan abadi bagi Mujahidin dan kekalahan beruntun bagi pasukan kafir.

Perencanaan dan strategi Operasi Jihad Al-Khandaq diatur oleh kader ahli dan ahli dari Komisi Militer Emirat Islam yang didasarkan pada gerilya, serangan ofensif, infiltrasi, dan berbagai taktik baru serta rumit lainnya melawan strategi perang baru dari musuh, dengan fokus utama menghancurkan, menghabisi, dan menangkap penjajah Amerika serta para pendukung mereka.

Sasaran utamanya adalah penjajah Amerika dan agen-agen intelijen mereka. Antek-antek lokal mereka akan ditangani sebagai target sekunder, sedangkan plot cerdas atas para pengobar fitnah yang ada saat ini dan pada masa yang akan tiba, إن شاء الله.

Operasi ini akan diluncurkan pada 9/8/1439 yang bertepatan dengan 25/4/2018 tahun ini dengan pertolongan Allah عز وجل di seluruh negeri, dimulai dengan takbir-takbir yang menggentarkan musuh dan akan berlanjut dengan izin Allah hingga meraih targetnya.

Dengan peresmian operasi ini, kami meminta agar Mujahidin kita memperhatikan arahan terkait hal-hal berikut:

– Karena Jihad kita adalah dalam rangka meninggikan kalimah Allah dan untuk menegakkan sistem kehidupan yang islami maka setiap aktivitas jihadi kita harus sepenuhnya sesuai dengan aturan dan arahan Emirat Islam dan dipagari oleh rambu-rambu Syariah Islamiah.

– Sebagaimana yang didefinisikan oleh Al-Qur’an: “keras terhadap orang-orang kafir dan penyayang di antara mereka”. Oleh karena itu, perhatian khusus harus diberikan untuk melindungi jiwa dan harta benda warga sipil dan semua tindakan antisipatif harus diambil ketika menyerang musuh yang mereka sasar.

Kami berharap bahwa bangsa Mujahid kita akan sepenuhnya mengambil bagian dalam Operasi Jihad Al-Khandaq melalui dukungan mereka yang meningkat untuk Mujahidin, sementara tetap menjaga jarak yang cukup dari semua pangkalan dan konvoi musuh sehingga mereka tidak perlu dirugikan selama operasi ini.

Kepada segenap saudara Mujahidin, kita harus sepenuhnya memupuk kerendahan diri, ketulusan, tawakal, kesederhanaan, keikhlasan niat, kepatuhan, konsultasi, dan beristikharah kepada Allah dalam setiap amal jihadi. Dan dalam rangka menghidupkan sunnah Nabi yang mulia صلى الله عليه وسلم, hendaknya melazimi doa zikir sebagai praktik rutin, sebagaimana yang banyak dibaca oleh Nabi selama ‘Pertempuran Al-Ahzab’:

اللهُم مُنْزِلَ الْکِتَابِ سَرِيعَ الْحِسَابِ وَمُجْرِيَ السحَابِ وَهَازِمَ الْأَحْزَابِ اهْزِمْهُمْ وَانْصُرْنَا عَلَیْهِمْ.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Emirat Islam Afghanistan.

9/8/1439 Hijri Lunar

5/2/1397 Hijri Solar                         25/4/2018 Masehi

 

Sumber:  alemara1.netalemarah-english