Kalah Lawan Mujahidin, Amerika Serang Sipil Afghanistan

Mujahidin mengumumkan operasi serangan tahunan yang disebut Al-Khandaq. Bersamaan dengan itu, mereka meningkatkan jumlah serangan terhadap musuh yang akibatnya telah terbukti periode berdarah bagi orang asing dan terutama pasukan domestik mereka.

Mereka telah menderita banyak korban jiwa dan material, kehilangan kendali atas banyak wilayah dan komandan utama mereka tewas dalam gerilya dan berbagai serangan taktis Mujahidin sedangkan Mujahidin telah berhasil menghindari bahaya ketika mereka mengalahkan musuh dengan taktik khusus mereka.

(Baca juga:  Cara Keji Amerika Menghalalkan Perang di Seluruh Dunia)

Para penjajah Amerika telah dengan bangga memutuskan setelah pengumuman strategi perang baru Trump bahwa mereka akan mengalahkan Mujahidin dengan kekuatan, kebrutalan dan pemboman intens dan pemerintahan boneka Kabul juga merasa senang dan percaya diri bahwa tuan mereka akan melakukan segalanya namun kenyataannya bertentangan dengan harapan mereka, bukan mengalahkan Mujahidin, namun justru menjadikan boneka antek mereka sebagai tameng dan pagar hidup.

Untuk menghindari kecaman publik mereka mengumumkan peningkatan operasi dan dalam praktiknya membantai rakyat sipil dan menghancurkan mata pencaharian mereka.

Sebuah serangan biadab dilancarkan di sebuah masjid yang dipenuhi jamaah shalat magrib. Pasukan penjajah Barat dan antek lokal membunuh dan melukai 23 jamaah masjid saat sedang melaksanakan shalat Maghrib di sebuah masjid di daerah Babaji, dekat ibukota provinsi Helmand, Lashkar Gah. Untuk melegitimasi kejahatan mereka, mereka beralasan bahwa Taliban ada di antara para jamaah shalat.

(Baca juga:  Clear, 60% Afghanistan Dalam Pengaruh Taliban)

Dalam serangan kejam ini, 8 jamaah menjadi martir, 15 luka-luka dan beberapa lainnya dikubur hidup-hidup di bawah reruntuhan, beberapa dari mereka kemudian ditemukan tewas dan yang lainnya dalam kondisi kritis.

Kejahatan terus dilakukan penjajah Amerika yang telah melakukan begitu banyak kejahatan lainnya karena frustrasi. Insiden Kunduz disaksikan oleh seluruh dunia meskipun insiden yang belum pernah terdengar itu belum banyak di beritakan media. Penghancuran Madrasah, masjid, rumah-rumah penduduk, tempat-tempat suci agama lainnya, penghancuran properti pribadi dan pembantaian warga sipil telah menjadi hobi favorit mereka.

Teror penjajah Amerika dan antek-antek lokal mereka menunjukkan bahwa mereka telah kehilangan semua inisiatif karena dikalahkan oleh Mujahidin Taliban. Sekarang mereka ingin mengkompensasi kekalahan mereka dengan kejahatan dan membalas dendam pada warga sipil yang tak berdaya, yang tidak diragukan lagi adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang tak termaafkan.

 

Sumber:   alemarah-english

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *