Sebelum Terlanjur, Pulangkan Pasukan Amerika Sekarang Juga!

Ketika jutaan orang berduyun-duyun ke bioskop untuk melihat film perang imajiner, perang tak berkesudahan telah berkecamuk di Afghanistan selama hampir 17 tahun.

Perang yang dilancarkan sebagai tanggapan terhadap serangan 11 September 2001, perang Amerika di Afghanistan telah lama kehilangan fokus atau strategi. Perang dengan biaya tahunan $ 45 miliar yang sedang berlangsung telah memakan ratusan ribu korban jiwa, dan sampai sekarang Amerika Serikat gagal memperbaiki keadaan Afghanistan.

Tidak ada perubahan daripada ketika dimulai perang. Karena setiap analisis situasi tidak bisa membantu hanya dicatat, kekuasaan imperium manapun yang telah berabad-abad mencoba memaksakan kehendaknya di Afghanistan yang disebut oleh Inggris sebagai Great Game memiliki nasib yang sama, hancur.

Menurut laporan terbaru dari John Sopko, inspektur jenderal khusus untuk rekonstruksi di Afghanistan, situasinya tetap suram.

(Baca juga: Clear, 60% Afghanistan Dalam Pengaruh Taliban)

Kesuraman itu antara lain, ekonomi Afghanistan melambat. Dan berhenti tumbuh pada tahun 2012 dan banyak dari apa yang telah dicapai secara ekonomi tetap dan terus bergantung pada bantuan asing. Hanya dua pertiga warga Afghanistan yang hidup di bawah kendali pemerintah Afghanistan. Serangan bunuh diri dan serangan Taliban melonjak signifikan tahun lalu. Dan hasil program anti-narkoba Amerika gagal total, perdagangan opium semakin berkembang pesat sejak 2002.

Seiring berjalannya waktu, gagasan bahwa, kemungkinan darah tentara Amerika dan uang yang lebih banyak bisa mengubah situasi, semakin tipis harapannya.

Untungnya, beberapa pembuat kebijakan Amerika tampaknya menyadari pelajaran dan pengalaman Alexander the Great, Inggris dan Uni Soviet di kuburan kekaisaran: Afghanistan adalah tempat yang sangat sulit untuk mencapai tingkat stabilitas atau dikendalikan.

(Baca juga:  Taliban Lancarkan 300 Serangan dalam 3 Hari Pertama Operasi Al-Khandaq)

Meskipun hanya ada begitu banyak usulan solusi yang disampaikan dalam pembicaraan para politisi, Presiden Donald Trump rupanya termasuk orang-orang yang ingin membawa Amerika Serikat keluar dari Afghanistan.

Dalam percakapan dengan Senator Rand Paul, R-Kentucky, Trump mengatakan kepada Paul bahwa itu bisa terjadi. “Presiden mengatakan kepada saya lagi dan lagi secara umum AS akan keluar dari sana,” kata Paul. Demi mengakhiri penderitaan yang tidak produktif yang merupakan perang tanpa batas Amerika, kami mendesak Trump untuk memperhatikan naluri terbaiknya pada perang Amerika yang menghancurkan di Afghanistan dan Timur Tengah dan membawa pulang pasukan AS.

 

Sumber:   dailynews