Pernyataan Imarah Islam Afghanistan Soal Kesuksesan Operasi Al-Khandaq

 

Imarah Islam Afghanistan telah meluncurkan operasi barunya untuk mengusir penjajah Amerika dan asing lainnya dari Afghanistan serta mengembalikan kemuliaan kaum muslimin di sana. Taliban secara kontinu melancarkan operasi-operasi jihad dengan menempatkan target-target tertentu. Dan mereka akan merealisasikan janji tersebut dalam setiap operasi yang digulirkan.

Meski baru berjalan 10 hari, Taliban mengklaim bahwa operasinya berjalan dengan baik. Berikut terjemahan lengkap operasi Al-Khandaq yang baru berjalan 10 hari tersebut:

 

Sepuluh hari telah berlalu setelah operasi ‘Al-Khandaq’ resmi diluncurkan oleh Imarah Islam. Di luar dugaan serangkaian serangan Jihadi, kemenangan dan prestasi berhasil diraih di seluruh negeri yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada hari pertama operasi ‘Al-Khandaq’ pada hari Rabu 25 April, Mujahidin dari Imarah Islam melakukan 132 serangan yang sukses terhadap berbagai target musuh. Pada hari-hari berikutnya, banyak korban dan kerugian yang diderita musuh, serangan khusus, gerilya dan serangan yang ditargetkan.

(Baca juga:  Imarah Islam Afghanistan Secara Resmi Luncurkan Operasi Jihad Al-Khandaq)

Selama hari-hari ini, selain berhasil mengendalikan bazaar pusat distrik ‘Qala-i-Zaal’ di provinsi Kunduz, operasi simultan juga dilancarkan Mujahidin di empat distrik yang berbeda di provinsi Badakhshan. Akibatnya, selain pencapaian besar lainnya, distrik ‘Kohistan’ sepenuhnya dikendalikan oleh Mujahidin di mana puluhan pasukan musuh terbunuh.

Serangan juga dilancarkan Mujahidin di distrik ‘Dai Chopan’ di provinsi Zabul untuk mengusir musuh. Sebagaimana dikonfirmasi oleh Abdullah, yang disebut kepala eksekutif rezim boneka, bahwa puluhan tentara mereka tewas dalam pertempuran yang sedang berlangsung di distrik ‘Dai Chopan’. Sedangkan pasukan yang dikirim ke sana masih terkepung dan kemungkinan besar kerugian dan korban mereka meningkat.

(Baca juga:  Taliban Lancarkan 300 Serangan dalam 3 Hari Pertama Operasi Al-Khandaq)

Di provinsi Ghazni di dekatnya, jalan utama yang menghubungkan pusat provinsi ke provinsi Paktika diblokir oleh Mujahidin untuk semua jenis konvoi dan jalur pasokan penjajah. Sementara pasukan tentara lokal dari pemerintah provinsi Paktika terkepung dan mereka dibiarkan tanpa rute pasokan logistik.

Selain itu penjajah dan anteknya sedang menghadapi serangan gencar dan fatal dari Mujahidin di Helmand, Farah, Faryab, Paktia, Kandahar, Badghis, Logar dan berbagai provinsi lainnya. Semua serangan ini dan keberhasilannya menunjukkan keberhasilan operasi ‘Al-Khandaq’ dan perkembangan positif di medan perang.

Melihat prestasi di atas, membuktikan Imarah Islam dominan secara militer sedangkan di sisi lain kelemahan, ketidakmampuan dan kesia-siaan rezim boneka terus dilaporkan di media barat. Hal ini terungkap dalam laporan analitis terbaru dari SIGAR (Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan) bahwa pasukan tentara rezim boneka menurun drastis. The Guardian yang berbasis di Inggris juga melaporkan tentang strategi baru di Afghanistan presiden Amerika Donald Trump belum mencapai apa pun, dan dengan berjalannya waktu, ia bergerak menuju kegagalan total.

(Baca juga:  Operasi Al-Khandaq, Harapan Kemenangan Melawan Penjajah)

Kesuksesan operasi ‘Al-Khandaq’ dan skenario optimis dan cerah berikutnya di medan perang menurut Imarah Islam semata-mata adalah ketentuan dan dukungan dari Allah SWT. Kami yakin bahwa yang diyakini, dilakukan dan dibela Mujahid kami adalah benar dan dibenarkan, didukung sepenuhnya oleh Allah SWT. Karena itu, setiap hari, dengan ijin Allah kita akan mendengar tentang penaklukan penjajah.

Kami berdoa kepada Allah SWT agar Dia dapat memberkati kami dengan ketabahan di jalan-Nya yang benar dengan menganugerahkan kebajikan abadi dan selalu membantu kami. Amiin.

 

Sumber:  alemarah-english