Pernyataan Lengkap Zawahiri Soal Perpindahan Kedubes AS ke Yerusalem

Tel Aviv Juga Bumi Islam

Pada malam peresmian kedutaan AS di Yerusalem, pemimpin al Qaeda, Ayman al-Zawahiri merilis pesan baru. Amir al Qaeda menyatakan pada awal pidatonya bahwa telah ada “kegemparan besar” atas keputusan pemerintah Trump untuk memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem. Presiden Trump telah “jelas dan jujur,” mengungkapkan “wajah sesungguhnya dari Perang Salib modern, yang tidak berurusan dengan perdamaian dan rekonsiliasi,” menurut Zawahiri.

Namun, Zawahiri dengan cepat berpaling dari kontroversi terkait relokasi kedutaan, mengingatkan teori konspirasi Al Qaeda: Seluruh sistem internasional memusuhi umat Islam. Menjadi bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa membuat satu negara terlibat dalam skema ini, menurut penerus bin Laden.

Judul pesan Zawahiri, “Tel Aviv Juga Tanah Muslim,” menggarisbawahi maksudnya. Pemindahan kedutaan AS adalah masalah kecil yang terkait dengan konspirasi “Al Qaeda-Tentara Salib” yang ditentang Al Qaeda.

Zawahiri mengingatkan “semua saudara Muslim dan mujahidin dan ulama yang ikhlas ” bahwa “semua negara di dunia Islam yang menjadi anggota di PBB telah mengakui Israel dengan menandatangani Piagam PBB, yang menegaskan kesatuan dan integritas teritorial masing-masing negaranya, termasuk Israel. ”Dari sudut pandang Al Qaeda, ini adalah masalah mendasar yang ditemukan dalam keputusan negara manapun untuk merangkul PBB.

Pemimpin al-Qaeda mengklaim bahwa, dengan menandatangani piagam PBB, negara-negara telah setuju untuk meninggalkan “Syariah.” Artinya, mereka telah sepakat bahwa mereka tidak akan mematuhi hukum Islam. Sebaliknya, negara-negara ini “puas” dengan mengatur negaranya dan “berkuasa” menurut “keputusan Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB,” termasuk keputusan pada tahun 1947 untuk membagi tanah.

Tel Aviv dan Yerusalem keduanya “tanah Islam,” ungkap Zawahiri. Orang beriman sejati harus “membebaskan Palestina” dan “semua bumi Muslim lainnya”. Setelah mendeklarasikan seluruh “sistem tirani internasional kriminal” tidak sah, Zawahiri sekali lagi menyerukan persatuan Muslim, sehingga ummah (komunitas Muslim sedunia) terlibat dalam “pertempuran … di berbagai front, bukan sebagai kelompok terpisah yang mundur dihadapan para penjahat besar.”

Zawahiri mengingatkan bahwa Osama bin Laden mengidentifikasi Amerika sebagai pemimpin sistem internasional yang dianggap korup ini dan, dan sebagai “musuh utama umat Muslim.” Bin Laden menyatakan bahwa orang Amerika “tidak akan bermimpi tentang keamanan sampai kita benar-benar hidup damai di Palestina, dan sampai semua tentara yang tidak beriman pergi dari tanah Muhammad.”

Tujuannya adalah membangun “kekhalifahan,” kata Zawahiri, setelah bersatu “dalam kalimat tauhid” membutuhkan dakwah dan jihad. Dan Muslim tidak boleh bingung dengan musuh dan teman-teman mereka, dalam “pertempuran kesadaran sebelum pertempuran senjata,” dan “bebas dari ilusi” musuh Islam.

Pesan Zawahiri adalah episode ke-9 dalam seri “Brief Messages To A Victorious Ummah” (Pesan Singkat pada Umat yang Jaya), ia telah membahas berbagai topik. Pesan Zawahiri dalam program ini sangat singkat.

Meskipun seri ceramah singkatnya telah berjalan sejak Agustus 2016, Zawahiri dan media As Sahab dengan jelas mengatur waktu rilis episode ini bertepatan dengan pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem. Ini menunjukkan bahwa, Al Qaeda masih dapat mengatur waktu media mengenai peristiwa terkini. Zawahiri cukup produktif, secara teratur ia menerbitkan pesan dari tempat persembunyiannya.

Berikut Terjemahan bebas Pesan Zawahiri:

 

Pesan Aiman Menanggapi kondisi Palestina terkini

Bismillah

Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah pada nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya dan semua orang yang mengikutinya.

saudaraku kaum muslimin dimanapun berada,

Assalmu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Amma bakdu

Ada kegemparan besar atas keputusan Amerika untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem Timur.

Para penjual Palestina dan negara-negara agen dan pengkhianat mengumumkan: ini bertentangan dengan perjanjian dan sebuah keputusan yang paling arogan.

Saya tidak membahas para penjual Palestina, atau negara-negara yang mengklaim melindungi akidah dan membela kepentingan kaum Muslimin, padahal mereka adalah agen musuh kaum Muslimin.

Tetapi saya berbicara kepada setiap Muslim yang terhormat dan bebas, dan saya katakan kepada kalian: kita harus berjuang untuk memulihkan kesadaran sebelum pertempuran senjata, dan kita harus bebas dari ilusi, dan kita tidak boleh mencampuradukkan musuh dari teman, dan kita harus menyadari skema musuh, dan kami tidak mundur sebelum itu.

Untuk mengingatkan saudara-saudaraku kaum Muslimin dan mujahidin serta para ulama yang ikhlas, bahwa saya ingin menjelaskan kepada kalian bahwa semua negara di dunia Islam yang menjadi anggota di PBB telah mengakui Israel dengan menandatangani Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menegaskan kesatuan dan integritas teritorial masing-masing negara, termasuk Israel, dan mereka diakui – juga dengan tanda tangan yang sama – dengan meninggalkan Syariah, dan puas dengan keputusan Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, di antaranya keputusan pembagian wilayah pada tahun 1947 dan resolusi 242 dan sebagainya dari serangkaian keputusan kekalahan dan penyerahan diri. Banyak dari mereka menjalin hubungan diplomatik dan pribadi dengan Israel, dan menginginkan Tel Aviv dan Yerusalem Barat menjadi ibu kota Israel, meskipun itu adalah juga bumi Islam di mana orang Yahudi tidak boleh tinggal di sana.

Hasil dari kebijakan meninggalkan aturan Syariah dan berusaha untuk menenangkan Barat adalah hilangnya agama dan dunia.

Saudara-saudaraku kaum muslimin: Trump dengan jelas dan jujur, dan mengungkapkan wajah sesungguhnya dari Perang Salib modern, yang tidak berurusan dengan penarikan dan rekonsiliasi, dan hanya dakwah dan jihad yang dapat melawannya.

Fakta ini disadari oleh para pelopor jihad, dan Syekh Usamah – semoga Allah merahmatinya – telah mengumumkan bahwa Amerika adalah Hubal di era ini, dan musuh pertama umat Islam, dan dia bersumpah bahwa Amerika tidak akan aman sampai kita benar-benar hidup aman di Palestina, dan sampai semua tentara yang tidak beriman pergi dari tanah Muhammad, SAW.

Jadi inilah cara untuk membebaskan Palestina dan semua negara kaum muslimin dan menegakkan Syariah dan menegakkan Khilafah, sesungguhnya ini adalah jalan dakwah yang diperintahkan oleh Syariah, bersatu dalam ikatan kalimat tauhid, dan berjihad fi sabilillah.

Dan setiap jalan lain mundur dihadapan para penjahat terbesar yang ingin mendapatkan sedikit keuntungan, atau takut akan cap-cap mereka adalah jalan hilangnya agama dan dunia.

Jadi yang kita butuhkan saat ini adalah membebaskan Palestina, dan semua bumi Muslim lainnya dan untuk menyatakan penolakan pada sistem tirani internasional kriminal ini, dan bahwa kita bersatu dalam kalimat tauhid, dan memulai pertempuran dakwah dan jihad sebagai satu Ummah di beberapa front, bukan sebagai kelompok terpecah belah dan mundur di hadapan para pembesar penjahat.

Akhiru dakwana alhamdulillahi rabbil alamin

Washalallahu alaihi wa ahlihi wa sallam

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Sumber:  longwarjournal