Fasilitas Kesehatan MSF tak Luput dari Serangan Koalisi Saudi

LSM internasional, Medecins Sans Frontieres (MSF) atau Doctors Without Borders, memperingatkan dalam sebuah pernyataan kemarin bahwa salah satu klinik pengobatan kolera (Cholera Treatment Center/CTC) terkena serangan udara koalisi pimpinan Saudi.

Klinik pengobatan ini terletak di kota Abs, dan terkena serangan sekitar pukul 5:40 pagi waktu setempat, meskipun tidak ada staf atau pasien yang terbunuh atau terluka. Klinik ini berjarak satu kilometer dari Rumah Sakit Abd Rural yang disokong oleh MSF, yang melayani populasi lebih dari satu juta orang.

Serangan udara “oleh koalisi yang dipimpin Saudi dan Uni Emirat Arab  menunjukkan ketidakhormatan total terhadap fasilitas medis dan pasien. Apakah disengaja atau akibat kelalaian, serangan itu benar-benar tidak dapat diterima. Kompleks itu ditandai dengan jelas sebagai fasilitas kesehatan dan koordinatnya dibagikan kepada pasukan koalisi,” kata João Martins, kepala misi MSF di Yaman, dalam sebuah pernyataan.

“Dengan hanya setengah fasilitas kesehatan di Yaman yang berfungsi penuh, hampir 10 juta orang dalam kebutuhan akut, dan wabah kolera yang terus diantisipasi, CTC telah dibangun untuk menyelamatkan nyawa. MSF untuk sementara waktu membekukan kegiatannya di Abs sampai keselamatan staf dan pasiennya terjamin,” lanjut Martins.

Perang Yaman meningkat ketika koalisi yang dipimpin Saudi diundang untuk meluncurkan kampanye udara militer pada Maret 2015. Sejak itu, pemerintah Yaman tetap menemui jalan buntu dengan kelompok Houthi yang mengendalikan sebagian besar wilayah dari Sana’a ke Saada.

Kamis lalu, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menarik 71 petugasnya dari Yaman karena masalah keamanan di tengah serangan yang tertunda di kota pelabuhan Hudaydah. Sekitar 450 karyawan ICRC tetap tinggal di Yaman, terlibat dalam pekerjaan bantuan kemanusiaan. Selain itu, PBB telah mengevakuasi stafnya karena takut akan serangan brutal yang dipimpin oleh Uni Emirat Arab.

Mediator PBB, Martin Griffiths telah mengadakan pembicaraan dengan Houthi dalam upaya untuk menempatkan pelabuhan di tangan PBB. Untuk menambah tekanan, UEA menyediakan jangka waktu 48 jam untuk memungkinkan negosiasi terjadi.

Koalisi pimpinan Saudi terus menuduh kelompok Houthi melakukan penyelundupan senjata melalui pelabuhan Hudaydah, meski pasukan koalisi terus memantau selat Bab Al Mandeb yang mengarah ke pelabuhan. Belum ada bukti empiris yang menunjukkan bahwa kelompok Houthi menerima senjata melalui pelabuhan Hudaydah.

Tiga tahun setelah koalisi yang dipimpin Saudi turut campur dalam konflik, Yaman telah menyaksikan lebih dari 10.000 kematian, menurut PBB, dan warga sipil tetap terjebak di tengah-tengah baku tembak, dengan makin berkurangnya pasokan fasilitas dasar dan kurangnya akses untuk mendapatkan air yang cukup layak, sanitasi dan makanan.

 

Sumber:  middleeastmonitor

Tags:,