Soal Gencatan Senjata, Taliban dan Rezim Kabul Beda Sudut Pandang

Anggota Taliban dan pemerintah bersama-sama merayakan Idul Fitri di Kandahar

Idul Fitri tahun ini merupakan Idul Fitri unik di Afghanistan, betapa tidak setelah bertahun-tahun bertempur, gencatan senjata antara Taliban dan pemerintah Kabul akhirnya disepakati. Di beberapa kota, para pejuang Taliban dan pihak pemerintah Kabul bahkan bertemu untuk merayakan ketenangan dan hari Idul Fitri. 

Meski bersama-sama dalam beberapa hari ini karena kedua belah pihak melakukan gencatan senjata, namun antara Taliban dan pemerintahan Afghanistan memiliki sudut pandang yang berbeda.

(Baca juga: Pesan Idul Fitri Amirul Mukminin Imarah Islam Afghanistan untuk Kaum Muslimin)

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, menawarkan untuk memperpanjang gencatan senjata 10 hari lagi setelah akhir Idul Fitri. Ashraf Ghani menilai gencatan senjata yang diumumkan Taliban tersebut sejauh ini ternyata mampu untuk meredakan serangan. Sama seperti penilaian para jenderal Amerika bahwa gencatan senjata Taliban merupakan indikasi bahwa Taliban mau berdamai dan diharapkan dapat berlanjut ke meja perundingan.

Di sisi lain Taliban memiliki pandangan yang berbeda. Meski pertempuran belum dilanjutkan, Taliban mengatakan bahwa pihaknya tidak berniat untuk memperpanjang gencatan senjata. Padahal perayaan Idul Fitri dan gencatan senjata akan berakhir hanya dalam hitungan hari. Pertanyaannya, apa yang akan terjadi selanjutnya?

(Baca juga: Lagi-Lagi Taliban Membuat Narasi Jenderal Amerika Mandul)

Tidak semua pejabat pemerintah Afghanistan setuju gencatan senjata. Para pejabat Afghanistan yang menentang gencatan senjata Presiden Ghani mengatakan bahwa Taliban tidak siap melakukan pertempuran di kota, dan itu keuntungan tersendiri. Tapi bagi Taliban, dengan adanya perayaan Idul Fitri, merupakan kesempatan bagi Taliban untuk membawa sejumlah besar orang ke kota-kota.

Dalam sudut pandang Taliban, seperti yang diungkapkan para pemimpinnya, bahwa gencatan senjata yang berhasil membuktikan betapa kelompok tersebut dapat bersatu dalam satu barisan dan keberadaan mereka didukung penuh oleh rakyat Afghanistan secara luas. Hal itu tampak dengan disambutnya pasukan Taliban di kota-kota selama jeda singkat dalam pertempuran.

 

Sumber: antiwar