Pemerkosaan Sebagai Alat Politik Untuk Menekan Minoritas Muslim di India

Pemerkosaan brutal dan pembunuhan seorang gadis delapan tahun dari kelompok minoritas Muslim bukan hanya tentang kekerasan gender.

Perkosaan yang mengerikan dan pembunuhan seorang gadis Muslim delapan tahun di distrik Kathua Kashmir yang dikelola India adalah pengingat mengerikan. Serangan seksual digunakan sebagai alat untuk menanamkan rasa takut kepada komunitas minoritas di India.

Ada banyak orang India, terutama pada platform media sosial, yang telah berulang kali mengklaim bahwa orang harus melihat perkosaan ini sebagai kejahatan kekerasan gender. Sayangnya mereka menutup mata terhadap peristiwa (baik sebelum dan sesudah pembunuhannya) yang menjadi korban adalah minoritas Bakarwal nomaden. Jika menilik dari sini tentu akan sangat tidak adil jika pemerkosaan dan pembunuhan itu soal gender semata.

(Baca juga:  Teror Hindu pada Muslim India, Kejahatan yang Dibiarkan Negara)

Penyelidikan resmi telah menunjukkan bahwa ada unsur kejahatan kebencian dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan – dengan kata lain, korban yang diserang oleh para pembunuh memiliki banyak kaitan dengan dirinya sebagai seorang Muslim Bakarwal.

dalam laporan tersebut tercatat:

Dalam proses penyelidikan, terungkap bahwa [salah satu terdakwa] menentang pemukiman Muslim Bakarwa di Rasana Kootah, dan daerah Dhamyal, dan selalu memotivasi anggota komunitasnya di daerah itu untuk tidak menyediakan lahan untuk merumput atau jenis bantuan lainnya …

[Dua dari terdakwa] juga menentang permukiman Bakarwals di daerah Rasana, Kootah dan Dhamyal. Hal itu sebagai strategi mengusir Bakarwal dari daerah tersebut. Mereka menyalahkan Bakarwals dengan satu alasan atau yang lain dan digunakan untuk mengancam mereka …

Dalam kejadian terpisah selama penyelidikan terungkap bahwa masyarakat tertentu memiliki kesan umum bahwa Bakarwals membunuh sapi dan perdagangan narkoba dan bahwa anak-anak mereka berubah menjadi pecandu narkoba …

Jadi selama penyelidikan telah menjadi sangat jelas bahwa terdakwa punya alasan untuk bertindak melawan Komunitas Bakarwal dan karenanya konspirasi akhirnya menghasilkan perkosaan yang mengerikan dan pembunuhan brutal … “

Orang dapat dengan mudah mendapatkan unsur-unsur stereotip yang menjelekkan dan memprovokasi serangan terhadap minoritas di seluruh India dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2017 saja, tuduhan pembunuhan sapi (dilarang di sebagian besar negara bagian India) terhadap komunitas minoritas mengakibatkan lusinan hukuman mati tanpa proses pengadilan dan 11 kematian.

(Baca juga: India Memulai Kembali Operasi Militer di Kashmir)

Selain itu, ketegangan antara mayoritas Hindu dan minoritas juga telah mengakibatkan kekerasan komunal di masa lalu. Dalam kekerasan tersebut perempuan dan anak perempuan menjadi target khusus. Seperti kasus di Gujarat pada tahun 2002 dan Uttar Pradesh pada tahun 2013.

Dalam pengertian ini, sulit untuk melihat kekerasan seksual dan pembunuhan di Kathua hanya dalam kerangka kekerasan gender. Sayangnya, kita hidup pada saat pemerkosaan telah menjadi alat politik untuk menanamkan rasa takut di antara kelompok minoritas di India.

 

Baca halaman selanjutnya: Sekenario Dukungan Untuk Para Pemerkosa

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *