Hasil Survey: India dan Amerika Masuk Negara Berbahaya Bagi Wanita

India, Republik Demokratik Kongo (DRC) dan AS termasuk di antara 10 negara paling berbahaya bagi wanita, menurut jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh Thomson Reuters Foundation.

Organisasi tersebut mensurvei hampir 550 ahli yang fokus pada isu-isu wanita dan meminta mereka untuk mengklasifikasi negara berdasarkan sejumlah masalah utama, termasuk akses ke perawatan kesehatan , prevalensi pelecehan seksual dan diskriminasi.

Para ahli menempatkan India sebagai negara paling berbahaya bagi perempuan.

“Negara terpadat kedua di dunia, dengan 1,3 miliar orang, India menempati peringkat sebagai yang paling berbahaya bagi wanita. Hal itu didasarkan pada tiga pertanyaan topik – risiko kekerasan seksual dan pelecehan terhadap perempuan, bahaya yang dihadapi perempuan dari praktik budaya, suku dan tradisional, dan negara di mana perempuan paling dalam bahaya perdagangan manusia termasuk kerja paksa, perbudakan seks dan pembantu rumah tangga,” kata temuan itu.

Laporan itu secara khusus menunjuk pada pemerkosaan dan pembunuhan geng pada 2012 terhadap Jyoti Singh, seorang mahasiswa fisioterapi berusia 23 tahun.

(Baca juga:  Kaptalisme Amerika Sebabkan Anak-Anak dan Wanita Meninggal Dunia)

Perkosaan Singh menyebabkan protes luas dan menarik perhatian internasional atas kekerasan terhadap perempuan.

Pada jajak pendapat sebelumnya, Thomson Reuters Foundation menempatkan India pada peringkat keempat secara keseluruhan. 

Survei tahun ini memasukkan Afghanistan sebagai negara paling berbahaya kedua bagi wanita. Negara ini menduduki peringkat paling berbahaya dalam topik kekerasan non-seksual, termasuk kekerasan terkait konflik dan pelecehan dalam rumah tangga, akses ke perawatan kesehatan dan akses ke sumber daya ekonomi.

DRC pada jajak pendapat kali ini menempati peringkat ketujuh dimana tahun 2011 berada di posisi kedua.

Dalam kunjungan ke DRC awal tahun ini, Kepala Dewan Pengungsi Norwegia Jan Egeland mengatakan bahwa perempuan dan anak-anak terkena “pelecehan seksual terburuk yang pernah ada”.

(Baca juga:  Pemerkosaan Sebagai Alat Politik Untuk Menekan Minoritas Muslim di India)

Menurut PBB, sekitar 4,3 juta orang mengungsi karena kekerasan, diperburuk oleh krisis politik yang dipicu oleh penolakan Presiden Joseph Kabila untuk mengundurkan diri pada akhir mandatnya pada tahun 2016.

 

Baca halaman selanjutnya: Amerika Juga Negara Berbahaya Bagi Wanita

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *