Tentara India Mengganas, Tiga Pemuda Kashmir Menjadi Korban

Tentara India yang didukung negara melakukan aksi teror kepada para pemuda Kashmir. Tiga pemuda Kashmir dilaporkan tewas di wilayah Kashmir yang diduduki India (IoK), Kashmir Media Service melaporkan pada hari Senin.

Pasukan India membunuh pemuda saat operasi penjagaan dan pencarian di daerah Qaimoh di distrik tersebut. Setelah insiden itu, masyarakat turun ke jalan di daerah itu dan menggelar demonstrasi menentang operasi dan pembunuhan pemuda selanjutnya.

Polisi dan tentara India menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pemrotes, memicu bentrokan antara demonstran dan personel pasukan. Operasi dan bentrokan terjadi di daerah itu sampai laporan terakhir datang.

(Baca juga: Teror Hindu pada Muslim India, Kejahatan yang Dibiarkan Negara)

Pihak berwenang telah memutus layanan internet di distrik Kulgam dan Islamabad, menurut KMS.

Pada 25 Juni, lima orang menjadi martir dan lusinan orang terluka termasuk seorang wanita oleh pasukan India di distrik Anantnag IoK setelah pasukan India juga menembaki sebuah rumah selama operasi penjagaan dan pencarian di daerah Srigufwara di distrik itu.

Pasukan India juga menewaskan empat pemuda dan menghancurkan rumah selama operasi. Sebelumnya, seorang polisi India tewas dan dua tentara terluka dalam serangan di daerah yang sama. (Baca juga: India Memulai Kembali Operasi Militer di Kashmir)

Sebuah laporan 14 Juni oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuduh India telah menggunakan kekuatan yang berlebihan di IoK untuk menjadi martir dan melukai warga sipil sejak tahun 2016, karena menyerukan penyelidikan internasional atas tuduhan pelanggaran hak.

Laporan PBB pertama tentang hak asasi manusia di IoK berfokus terutama pada pelanggaran serius di kawasan itu dari Juli 2016 hingga April 2018. (Baca : PBB Serukan Penyelidikan Internasional Pelanggaran HAM di Kashmir)

Aktivis memperkirakan bahwa hingga 145 warga sipil menjadi martir oleh pasukan keamanan dan hingga 20 warga sipil tewas oleh kelompok-kelompok bersenjata pada periode yang sama, katanya.

“Menanggapi demonstrasi yang dimulai pada tahun 2016, pasukan keamanan India menggunakan kekuatan berlebihan yang menyebabkan pembunuhan tidak sah dan jumlah cedera yang sangat tinggi,” kata laporan itu.

 

Sumber:  pakistantoday

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *