Empat Presiden AS Diam-Diam Bersekongkol Memberikan $100 M ke Israel

Surat Rahasia Gedung Putih mendasari berlanjutnya secara terus menerus pelanggaran Undang-Undang Kontrol Ekspor Senjata AS

 

Penulis staf New Yorker, Adam Entous, mengungkapkan pada 18 Juni bahwa empat presiden AS yang dimulai dari Bill Clinton menandatangani surat-surat rahasia yang menyetujui untuk tidak pernah secara terbuka mempublikasikan pembahasan bantuan senjata nuklir Israel.

Menurut Entous, pembantu Presiden Trump merasa “buta” atau tidak tau menahu oleh permintaan mendesak duta besar Israel Ron Dermer untuk menandatangani surat keempat. Hanya sejumlah kecil “pejabat senior Amerika” dalam tiga pemerintahan sebelumnya yang tahu tentang keberadaan surat-surat semacam itu.

(Baca juga: Hasil Lobi-Lobi Zionis di Amerika: Israel Kebal Terhadap Sanksi)

Meskipun tidak secara khusus menyebutkan persenjataan Israel, para pemimpin Israel menafsirkan surat-surat itu sebagai ikatan janji Amerika untuk tidak secara terbuka menyebutkan senjata nuklir Israel atau menekan Israel untuk menandatangani Perjanjian tentang Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).

Surat-surat itu menambah bukti yang berkembang dari konspirasi lembaga eksekutif dan federal yang telah lama berganti-ganti soal pelanggaran UU Kontrol Ekspor Senjata AS atas nama Israel.

Bantuan Asing AS ke Israel Sejak Pemerintahan Clinton (Miliar AS)

Sumber: Laporan GAO 2018 “Bantuan Asing AS ke Israel,” Komitmen MOU, disesuaikan dengan inflasi, tidak termasuk anggaran hitam.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu – yang memiliki koneksi pribadi yang didokumentasikan FBI untuk operasi penyelundupan program senjata nuklir Israel – sangat prihatin dengan Presiden Barack Obama yang baru terpilih. 

Pada 9 Februari 2009, reporter veteran Gedung Putih Helen Thomas bertanya apakah Obama tahu “negara mana pun di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir”? Obama mengelak menjawab pertanyaan sebelum akhirnya menjawab bahwa dia tidak “ingin berspekulasi.” 

Berbicara di Praha pada April 2009, Obama menyerukan penguatan NPT. Namun, pada Mei 2009, Obama menyerah pada tekanan Israel dan menandatangani versi terbaru dari surat rahasia rahasia Israel, menurut Entous. 

(Baca juga: Trump, Presiden Amerika yang Tertekuk Lobi Yahudi Israel)

Pada 6 September 2012, Departemen Energi Obama, berkonsultasi dengan Departemen Luar Negeri, mengeluarkan arahan rahasia yang disebut “Panduan Pelepasan Informasi Berkaitan dengan Potensi Kemampuan Nuklir Israel,” atau WNP-136 menjadikannya sebuah kejahatan untuk Karyawan pemerintah atau kontraktor AS untuk secara terbuka mengkomunikasikan informasi apa pun – bahkan dari domain publik – tentang program senjata nuklir Israel.

Orang-orang Israel, yang dibiayai sekitar $ 6,3 miliar per tahun, oleh jaringan yang memiliki keterikatan dnegan Amerika, selalu membatasi diskusi publik soal kebijakan persediaan senjata nuklir Israel.

Entous mencatat bahwa Israel sudah memiliki tiga perangkat nuklir pada 1967 tetapi tidak memeriksa bagaimana sebuah negara tanpa infrastruktur untuk memproduksi uranium yang sangat diperkaya berhasil mengumpulkan senjata tersebut.

Menurut file CIA dan FBI , Israel berkolusi dengan administrator pabrik pengolahan nuklir Pennsylvania, dua terhubung dengan intelijen Israel dan tiga dengan koneksi kuat ke Zionist Organization of America. Hal itu untuk mengalihkan cukup banyak uranium yang diperkaya pemerintah AS guna membangun beberapa perangkat di 1960-an.

 

Baca halaman selanjutnya: Bukan hanya menghindar publik, Israel ingin “mengontrol” UU AS

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *