Laporan PBB: Tentara UEA Siksa Para Tahanan di Yaman

Sebuah badan HAM PBB telah meminta akses ke penjara yang dikelola UAE di Yaman, tetapi hingga saat ini belum diberikan, kata laporan tersebut.

Sejumlah tahanan Yaman telah menjadi sasaran penganiayaan, penyiksaan dan pelecehan seksual oleh tentara Uni Emirat Arab (UAE), kantor hak asasi manusia (HAM) PBB di Jenewa melaporkan.

“Kami telah menghubungi pemerintah UEA dalam masalah ini dan meminta akses ke penjara yang dikelola UEA di negara itu, tetapi sampai saat ini kami belum diberikan akses,” Liz Throssell, pejabat juru bicara PBB mengatakan kepada Badan Anadolu yang dikelola pemerintah, Selasa (3/7).

“Dari informasi awal yang telah berhasil dikumpulkan kantor kami di Yaman, kami memiliki alasan untuk percaya bahwa sejumlah tahanan Yaman telah menjadi sasaran penganiayaan, penyiksaan dan pelecehan seksual oleh tentara UEA,” katanya.

Badan PBB terus memantau situasi dengan tujuan untuk memutuskan langkah-langkah tindak lanjut apa yang diperlukan, tambahnya.

(Baca juga: Ngerinya Penjara Rahasia Yaman, “Guantanamo” di Arab)

‘Pelecehan seksual’

Baru-baru ini, para saksi mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa penjaga Yaman yang bekerja di bawah arahan perwira Emirat telah menggunakan berbagai metode penyiksaan dan pelecehan seksual.

Menurut laporan AP, mereka memperkosa para tahanan sementara penjaga lain memfilmkan dan alat kelamin tahanan disetruk listrik atau menggantung batu di buah zakarnya.

Menurut laporan, mereka secara seksual melecehkan dengan kayu dan baja, mereka mencari rongga dubur tahanan, mereka berdalih mencari ponsel selundupan.

Dalam perang tiga tahun Yaman, pasukan UEA yang konon berperang atas nama pemerintah Yaman telah mengambil alih wilayah yang luas, kota-kota dan wilayah di selatan.

(Baca juga:  Ketika Al-Qaeda Begitu ‘Dirindukan’ di Hadramaut Yaman)

Mereka telah memasukkan ratusan orang ke dalam penjara tersembunyi karena dicurigai sebagai pejuang Al-Qaeda atau ISIL, menurut laporan AP, dan menambahkan bahwa para tahanan ditahan tanpa tuduhan atau pengadilan.

Perang Yaman dimulai pada tahun 2015, setelah pemberontak Houthi yang didukung-Iran mengambil alih sebagian besar Yaman utara, termasuk ibu kota, Sanaa, dan mengusir pemerintah Abed Rabbo Mansour Hadi.

Koalisi pimpinan-Saudi, yang dipersenjatai dan didukung oleh Amerika Serikat, telah berusaha untuk membom para pemberontak dengan kampanye udara tanpa henti untuk mendukung pemerintah Hadi.

 

Sumber:  aljazeera