Laporan Korban Sipil UNAMA Sebatas Persetujuan Amerika

Laporan UNAMA tentang korban sipil hanya mengambil sumber dari satu sisi dan sesuai persetujuan Amerika.

UNAMA hari Ahad (15/7) merilis laporan setengah tahunan tentang korban sipil di Kabul.

Menurut laporan tersebut, jumlah korban sipil di Afghanistan dalam enam bulan pertama tahun ini terbanyak sejak 10 tahun terakhir.

Tapi UNAMA kali ini sekali lagi menunjukkan simpatinya pada penjajah Amerika dan menutupi kejahatan AS yang setiap hari dilakukan atas rakyat sipil Afghan.

(Baca artikel terkait: Pasukan Afghanistan Meledakkan Masjid, 70 Sipil Terbunuh di Afghanistan)

Seluruh rakyat Afghanistan menyaksikan bangaimana AS melakukan pengeboman terus menerus dan serangan di desa-desa dan kota-kota Afghanistan. Instalasi umum seperti Madrasah, klinik, fasilitas sipil, taman, pasar, dan bangunan lainnya yang menjadi target serangan Amerika terus menerus yang menyebabkan jatuhnya banyak korban sipil.

Tetapi anehnya, laporan UNAMA menyatakan bahwa Amerika hanya menyebabkan 3 persen korban sipil di Afghanistan.

Di sisi lain, pasukan rezim Kabul, Arbakis dan para penjahat lainnya yang menghancurkan desa-desa dan memakan korban sipil, hanya menyebabkan 17 persen korban sipil.

Sebaliknya, Mujahidin, yang telah lebih berhati-hati terhadap korban sipil, dianggap menyebabkan 40 persen korban sipil.

(Baca juga:  Pernyataan Resmi Taliban Terkait Pembantaian Madrasah di Kunduz)

Menerbitkan laporan penelitian sepihak dan tidak adil seperti itu, sama artinya dengan membantu para pelaku dalam melakukan kejahatan menargetkan warga sipil.

Laporan yang dibuat oleh UNAMA diindikasikan dalam koordinasi erat dengan AS, dan tidak benar-benar ingin memberikan perhatian mereka atas korban warga sipil, tetapi mereka ingin menggunakan isu kritis korban sipil sebagai sarana propaganda terhadap Mujahidin dan jihad yang sedang berlangsung.

 

Zabaihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam Afghanistan

Sumber: alemarah