Pernyataan Resmi IIA Menanggapi Hasil KTT di Arab Saudi

Pernyataan Imarah Islam Afghanistan (IIA) menanggapi Hasil konferensi di Arab Saudi 

“Hasil KTT di Saudi tidak akan berdampak negatif pada perjuangan Kami, dan tidak akan menunda kekalahan AS di Afghanistan”

 

Pertemuan dua hari tentang Afghanistan di Jeddah dan kota-kota Mekkah di Arab Saudi berakhir hari Rabu (11/7).

Tidak ada satu pun dari ulama yang dikenal dan diakui (umat Islam) dari Afghanistan, atau wilayah lain dari dunia Muslim yang berpartisipasi dalam pertemuan ini, sebagian besar peserta adalah pejabat pemerintah. Oleh karena itu wajar bila tidak ada yang berani menyinggung invasi Amerika ke Afghanistan, kehadiran tentara asing, pemboman  atas rakyat Afghan yang tidak bersalah dan hal-hal lain semacam itu untuk mengkritik kejahatan AS dan sekutunya.

Setiap Umat Islam tahu bahwa Afghanistan berada di bawah invasi Amerika selama tujuh belas tahun terakhir, negara yang merdeka dan berdaulat telah diserang, kedaulatan telah direnggut, beberapa individu yang tidak dikenal dan kriminal telah dipaksakan untuk memerintah bangsa ini dengan kekuatan pesawat dan pembunuhan.

(Baca juga:  Pernyataan Resmi IIA Soal Konferensi Cendekiawan Muslim di Saudi)

Konferensi Islam, para cendekiawan (ulama) dan negara tuan rumah seharusnya menuntut para penyerbu Amerika, NATO, dan sekutu mereka agar menghentikan pengeboman terhadap bangsa Afghanistan yang tidak bersalah dan tertindas serta tidak melanggar kedaulatannya.

Sebaliknya, upaya dilakukan untuk membuat Palestina kedua di Afghanistan, mengikat tangan pembela dan mengabaikan penindasan dan kejahatan penjajah.

Jihad yang (kami lakukan) dilaksanakan dengan perintah dan pertolongan dari Allah Yang Maha Kuasa dan putusan (fatwa) dari para ulama yang mulia, telah terbukti mampu menghadapi (invasi dan kejahatan) kekuatan dunia dengan (memeberi mereka) kekalahan dan rasa malu. Oleh karena itu keputusan (dalam KTT) tersebut tidak akan pengaruh (pada jihad kami), tetapi akan merugikan orang-orang yang meninggalkan tanggung jawab mereka demi kepentingan uang, mereka bukan sedang membangunkan umat, tetapi mereka mencoba untuk menipu umat dan memilih posisi yang menguntungkan penjajah Amerika.

(Baca juga:  KTT Saudi tak Singgung Amerika untuk Mengakhiri Penjajahan di Afghanistan)

Rakyat Afghanistan tahu bahwa pertemuan semacam itu adalah rencana dan gagasan para pejabat Amerika karena gagasan tekanan agama semacam itu sudah pernah diberikan oleh komandan Amerika Nicholson dan kemarin menteri pertahanan AS, Jimmy Mattis berterima kasih kepada para tuan rumah dan panitia pelaksana, tetapi peran yang dimainkan oleh beberapa orang atas nama Muslim dan ulama menggambarkan kondisi Umat Islam yang menyedihkan, dan sangat rusak akhlaqnya.

Para pembela jalan yang lurus akan mengadukan orang-orang seperti ini di pengadilan Allah Yang maha kuasa pada Hari Kiamat, Insya Allah, dan akan berdoa untuk hukuman atas ketidakadilan yang besar ini kepada umat, Islam dan Jihad.

(Baca juga:  Menhan Amerika Berterimakasih Atas Peran Saudi Soal Afghanistan)

Kami berharap pemerintah Arab Saudi untuk membantu kami mengakhiri invasi ke Afghanistan dan memainkan peran positif dalam hal ini. Memberi  kesempatan pertemuan-pertemuan seperti itu akan melemahkan statusnya.

Jihad (melawan invasi AS dan sekutunya) dimulai dan berlangsung di bawah bimbingan dan kepemimpinan para ulama, dan sebagian besar personel jihadi kami memiliki pengetahuan agama yang baik, jadi kami yakin bahwa sudut pandang sesuai pesanan Amerika seperti itu tidak akan berdampak negatif terhadap perjuangan kami maupun menunda kekalahan orang Amerika, Insya Allah. Dan ini adalah sesuatu yang mudah bagi Allah Yang Mahakuasa.

Imarah Islam Afghanistan

27/10/1439 H

11/07/2018 M

 

Sumber:  alemarah