Israel Ingin Menghajar Gaza Sekali untuk Selamanya

Israel, negara yang memiliki kekuatan militer peringkat kedelapan dunia, telah memperketat pengepungan di wilayah dengan populasi yang sebagian besar adalah pengungsi, setengah dari mereka anak-anak, selama lebih dari satu dekade.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan pada hari Senin pekan lalu, bahwa pemerintahannya akan menutup satu-satunya penyeberangan komersial dari dan menuju Gaza, untuk mencegah semua ekspor dari dan impor ke wilayah itu, dengan pengecualian, atas kebijaksanaan Israel, untuk makanan dan obat-obatan.

Para nelayan Gaza, yang sering berhadapan dengan tembakan angkatan laut Israel saat menyantap roti mereka, sekarang hanya diperbolehkan berlayar enam mil dari pantai ke laut, bukan lagi sembilan mil, seperti yang diizinkan oleh Israel untuk musim lalu.

Perlawanan penduduk Gaza di perbatasan dijadikan oleh Israel sebagai alasan untuk memberlakukan pembatasan ini.

Israel,yang memiliki kekuatan nuklir yang dilengkapi dengan jet tempur dan persenjataan paling canggih di dunia, semakin frustrasi karena tidak mampu menghentikan layang-layang dan balon-balon yang menyala yang telah diluncurkan oleh penduduk Gaza.

Balon-balon dan layang-layang berteknologi rendah, yang hanya menghabiskan beberapa sen belaka untuk memproduksi, telah menyebabkan, klaim Israel, ratusan kebakaran di Israel selatan, membakar ratusan hektar tanah dan menimbulkan jutaan meter lainnya dalam kerusakan.

Dengan balon dan layang-layang, warga Palestina di Gaza yang miskin dan terisolasi telah berhasil mengganggu kehidupan normal di sisi lain perbatasan, mengingatkan Israel bahwa blokade tidak dapat membuat hidup mereka benar-benar sengsara dan seolah tidak menimbulkan konsekuensi apapun.

Taktik itu muncul selama protes Great March of Return yang sekarang memasuki bulan keempat. Protes tersebut bertujuan untuk mematahkan blokade yang diberlakukan oleh Israel setelah HAMAS memenangkan pemilihan parlemen di Tepi Barat dan Gaza pada 2006 dan kemudian mengambil kendali penuh atas Jalur Gaza pada 2007 menyusul upaya kudeta yang didukung AS yang bertujuan memaksa HAMAS menyerahkan kekuasaan.

 

Baca halaman selanjutnya: Kontrol Israel