Taliban Klaim Bersihkan Sel ISIS di Utara Afghanistan

Taliban mengklaim telah membersihkan ISIS Khorasan di provinsi utara Afghanistan, Jawzjan, setelah operasi terkoordinasi yang diluncurkan di tiga lokasi berbeda. Pasca serangan Taliban, lebih dari 150 anggota Negara Islam, termasuk komandan militer kelompok di utara, dilaporkan menyerah kepada pemerintah Afghanistan.

Operasi kompleks Taliban yang dirancang untuk mengeluarkan Negara Islam dari distrik Jawzjan dikonfirmasi oleh pers Afghanistan. Mereka menyoroti kemampuan Taliban untuk berkoordinasi dan mengatur massa untuk serangan di Afghanistan utara.

(Baca juga:  Taliban ke Jenderal Amerika: Hentikan Dukungan ke ISIS Afghanistan!)

Meski begitu, menurut analisa LWJ tidak mungkin Negara Islam telah “benar-benar dikalahkan” di utara. Kelompok ini masih memiliki kehadiran di kabupaten lain di Jawzjan serta provinsi tetangga Sar-i-Pul dan Faryab. Selain itu, Negara Islam telah terbukti tangguh. Di provinsi Nangarhar, ia telah bertahan dari beberapa serangan Taliban, militer AS dan Afghanistan yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Menurut pernyataan yang dirilis di Voice of Jihad, situs resmi Taliban, “unit khusus Mujahidin Islam” berkumpul di Jawzjan dan provinsi tetangga Sar-i-Pul dan Faryab sebelum meluncurkan serangan terhadap pasukan Negara Islam yang berbasis di distrik Darzab beberapa hari yang lalu. “Unit khusus” yang disebut Taliban kemungkinan besar adalah Unit Merah, pasukan kejut Taliban yang menjadi ujung tombak serangan-serangan besar di seluruh negeri.

Taliban mengklaim telah menewaskan “153 penjahat Daesh” dan melukai 100 lainnya, sementara menangkap 134 petempur. Taliban mengatakan 17 dari pejuangnya tewas dan 13 lainnya terluka selama serangan di Darzab. Selain itu, ia menyita sejumlah besar materi perang, termasuk senjata, kendaraan, radio, dan barang-barang lainnya.

(Baca juga:  Pecah Perang Dengan ISIS, Konsentrasi Taliban di Utara Terganggu)

Tiga pemimpin senior Negara Islam termasuk di antara lebih dari 150 anggota Negara Islam yang menyerah kepada pemerintah Afghanistan.

Jumlah korban Negara Islam belum dikonfirmasi secara independen, tetapi jumlah pembelotan ISIS ke rezim Kabul telah dibenarkan oleh media Afghanistan.

Mawlavi Habibul Rahman, pemimpin militer Negara Islam untuk utara, dan Mufti Nematullah berada di antara lebih dari 150 pejuang yang menyerahkan diri pada pemerintah Afghanistan, menurut TOLONews . Taliban juga mengklaim bahwa seorang pemimpin yang dikenal sebagai “Sibghatullah” juga menyerah. Rahman menggantikan Qari Hikmatullah, komandan penting Negara Islam di utara yang juga menjabat sebagai fasilitator senior fighter asing kelompok itu, pada bulan April setelah AS membunuhnya dalam serangan udara di provinsi Faryab.

(Baca juga:  Taliban: Imarah Islam Adalah Pemerintahan Islam Bukan Organisasi)

Provinsi Khorasan Negara Islam di utara terutama terdiri dari komandan dan pejuang Taliban lokal yang tidak puas (Hikmattullah, Nematullah, dan Rahman adalah pemimpin lokal Taliban) dan faksi Gerakan Islam Uzbekistan yang bersumpah setia kepada Abu Bakr al Baghdadi.

Kehadiran Negara Islam di utara serta di provinsi timur Nangarhar mengancam narasi Taliban bahwa Taliban adalah penggerak jihad yang ingin mengeluarkan pasukan Barat di Afghanistan dan bahwa itu adalah satu-satunya perlawanan yang sah. Taliban terpaksa mengalihkan sumber daya signifikan yang dapat digunakan untuk melawan pemerintah Afghanistan dalam upaya untuk mengalahkan Negara Islam.

 

Sumber: longwarjournal