Menjadi Anggota ISIS, WNI Ikut Ditangkap Taliban

Menyusul dikalahkannya ISIS oleh Taliban di provinsi utara Afghanistan, Jawzjan, sebuah video mengenai ditangkapnya beberapa pasukan ISIS oleh Taliban telah beredar via media online. Uniknya beberapa militan asing yang ikut ditangkap oleh Taliban, tepatnya di distrik Darzab, berasal dari Indonesia. Banyak dari para militan ini dilaporkan berasal dari Asia Tengah, meski begitu beberapa warga negara lain juga tercantum dalam video.

Dalam klip pendek tersebut, yang muncul di saluran-saluran pro-Taliban di Telegram serta laman-laman Afghanistan di Facebook, lebih dari satu lusin militan asing diperlihatkan menyerahkan diri kepada Taliban. Seorang komandan Taliban terlihat memanggil masing-masing pejuang yang menyerah secara individual, di mana kewarganegaraan mereka juga disebut.

(Baca juga:  Taliban ke Jenderal Amerika: Hentikan Dukungan ke ISIS Afghanistan!)

Sebagian besar petempur tampaknya berasal dari Asia Tengah (khususnya Uzbekistan, Tajikistan, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan), selain itu ada pula yang berasal dari Indonesia, Turki, dan Prancis. Tiga anak juga dapat terlihat menyerah dengan para pejuang Negara Islam. Video itu, jika akurat, dapat menjadi bukti untuk merinci lebih dalam komposisi pasukan Negara Islam di Afghanistan utara.

Para militan asing kemungkinan adalah bagian dari jaringan Qari Hikmatullah. Hikmatullah adalah komandan penting Negara Islam di utara yang juga menjabat sebagai fasilitator tempur asing senior kelompok itu di Afghanistan utara. Kemungkinan militan ini dibawa ke Jawzjan di bawah komandonya. Hikmatullah dibunuh oleh serangan udara AS pada bulan April dan digantikan oleh Mawlavi Habibul Rahman.

Rahman, serta dua pemimpin negara Islam lainnya, menyerah kepada pemerintah Afghanistan dalam beberapa hari terakhir, bersama dengan hampir 200 orang mereka setelah benar-benar dikalahkan oleh Taliban. Namun, kemungkinan tidak seluruhnya Negara Islam telah “benar-benar dikalahkan” di utara. Kelompok ini terus memiliki kehadiran di kabupaten lain di Jawzjan serta provinsi tetangga Sar-i-Pul dan Faryab.

Tidak jelas berapa banyak dari 200 yang juga pejuang asing, meskipun, Negara Islam juga dikenal untuk merekrut banyak di antara penduduk asli Afghanistan.

Foto dan video dari acara penyerahan ini juga telah beredar cukup banyak, tidak hanya di media Afghanistan, tetapi juga pada saluran pro-Taliban dan pro-al Qaeda di Telegram.

 

Sumber:  longwarjournal