Diremehkan Amerika, Serangan Taliban Tewaskan 113 Pasukan Rezim

Klaim AS bahwa serangan Taliban pada Jumat di ibukota provinsi Afghanistan Ghazni ” tidak penting ” tampaknya terlalu dini. Serangan Taliban yang bertubi-tubi tampaknya membuat beberapa wilayah menjadi konflikk panas. Selama akhir pekan, baik pusat kota maupun wilayah di sekitarnya telah diperebutkan.

Pada hari Minggu, pasukan Taliban menguasai sebagian besar wilayah di kota itu. Lebih dari 100 polisi dan tentara Afghanistan tewas dalam pertempuran itu. Direktur Rumah Sakit Ghazni menyebutkan korban tewas 113 orang dan 142 orang terluka, mengatakan rumah sakit kehabisan ruang.

Berbeda degan pernyataan Amerika yang meremehkan kemampuan Taliban, pernyataan-pernyataan Taliban menunjukkan bahwa pohaknya mampu mengontrol efektif Ghazni sejak Sabtu malam. Pusat-pusat pertempuran terbaru terjadi di kantor gubernur, markas polisi, dan agen mata-mata.

(Baca juga:  Taliban Menang Secara Politis Jika Amerika “Mendatangi” Taliban)

Para pejabat Afghanistan di waktu sebelumnya menyangkal klaim bahwa Taliban telah mengambil kota. Sekarang, mereka mengeluh bahwa bala bantuan yang dikirim ke daerah itu tidak melakukan apa-apa. Bala bantuan yang dikirim hanya membangun basis untuk diri mereka sendiri.

Sebenarnya, pihak pemerintah sudah mencoba memberi bala bantuan ke pusat pertempuran. Namun bantuan itu sia-sia. Pasalnya, amunisi yang diberikan berbeda dengan senjata yang dipakai personil yang berada di lapangan.

Taliban telah mengepung penjara selama berhari-hari, dan polisi di dalamnya kehabisan amunisi. Bala bantuan tentara muncul dengan persediaan. Masalahnya adalah, polisi menggunakan senjata Soviet yang menggunakan amunisi buatan Rusia, sementara tentara menggunakan senjata AS, dan membawa amunisi yang tidak bisa mereka gunakan.

(Baca juga:  Seluruh Cara Sudah Buntu, Amerika Harus Mundur dan Berdamai Dengan Taliban)

Pos pemeriksaan polisi kota sekarang sebagian besar dikuasai oleh Taliban, dan memisahkan invasi Taliban juga menyerbu setidaknya dua distrik tetangga di luar kota. Ini mencerminkan perubahan besar dalam kontrol wilayah di timur, karena Ghazni berada di jalan raya utama yang menghubungkan Kabul ke selatan negara itu.

Kepala polisi Ghazni mengklaim bahwa sebanyak 500 Taliban tewas dalam pertempuran juga, Meskipun ini belum dikonfirmasi di tempat lain, Taliban tampaknya tidak memiliki kekurangan pejuang tambahan, setelah mengirim pasukan invasi dari beberapa provinsi sekitarnya.

 

Sumber: antiwar